Politik Pemerintahan

Wawali Subri Tepis Isu Kongkalikong, Ini Kata Dia

Probolinggo (beritajatim.com) – Gerah dengan isu dugaan ‘kongkalikong’ antara DPRD dengan eksekutif menjelang rapat badan anggaran, Wakil Wali Kota Probolinggo, HMS Subri, angkat bicara.

Kepada beritajatim.com Selasa (24/9/2019) siang, politisi Partai Demokrat itu mengatakan, eksekutif dan dewan tidak senaif yang disangkakan sejumlah pihak. Soal pembahasan anggaran, tidak ada yang dibicarakan tertutup. “Ini demi Allah, saya, pak wali (Wali Kota Hadi Zainal Abidin. Red) dan para pimpinan DPRD semalam ga ada kongkalikong,” katanya. “Sama sekali kami tidak bahas soal anggaran,” lanjut Subri.

Pertemuan antara wali kota, dirinya, dan pimpinan DPRD Senin (23/9/2019) malam, sebenarnya hanya membahas berita hangat yang terjadi sepanjang hari kemarin di Jakarta. “Kebetulan hari ini di Probolinggo kan juga mau ada demo soal Revisi UU KPK dan RUU KUHP. Kami dan dewan bikin kesepakat bagaimana baiknya menerima pendemo. Cuma itu,” jelas dia.

“Dan semalam saya juga tidak menghindar. Kan dari dalam mobil saya kode anda untuk telepon saya. Ya habis melambaikan tangan itu saya kode anda buat telepon,” ujar Subri, menepis anggapan dirinya buru-buru meninggalkan gedung dewan saat dicegat beritajatim.com semalam.

Yang kedua, terang Subri, pertemuan juga membahas soal undangan sertijab kapolres kota. “Kami panggil Pak Warsito Sekretaris DPRD di ruangan ya untuk melihat jadwal banggar. Maksudnya mbok yao jadwalnya bisa diundur kalau memang benturan sama undangan kapolres,” urai dia.

Disinggung lamanya waktu pertemuan, Subri menjelaskan bahwa obrolan dengan pimpinan DPRD memang sedang gayeng. “Malah kopinya Cak Yon sempat kesenggol dan tumpah. Ya wes kita bersih-bersih disitu (melap meja tamu ruang kerja Fernanda Zulkarnain. red),” urai dia sambil tertawa.

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, terang Subri, sangat rijid soal anggaran. Dia tidak mau main-main di zona itu. “Pak wali dan saya komitmen sejak awal. Tidak usah main-main di anggaran. Ya sudah komitmen itu sampai selesai (berakhirnya masa jabatan. Red). Tolong lah kami dan DPRD jangan diadu-adu,” pungkas pria yang juga ketua DPC Partai Demokrat itu.

Diberitakan sebelumnya DPRD Kota Probolinggo, diterpa isu miring terkait dugaan ‘ada komitmen’ di balik pelolosan struktur belanja ASN pada P-APBD 2019, jelang rapat Banggar.

Isu tersebut menggelinding, setelah tiga pimpinan DPRD setempat, plus Sekretaris DPRD Warsito, kedapatan melakukan pertemuan tertutup dengan wali kota dan wakilnya pada Rabu (23/9/2019) malam sekira pukul 21:35 WIB hingga 23:31 WIB.

Sekadar diketahui, pertemuan terjadi beberapa menit pasca paripurna jawaban eksekutif terhadap pandangan umum fraksi usai. Sedangkan ruangan yang digunakan untuk pertemuan, adalah ruang kerja Wakil Ketua DPRD Fernanda Zulkarnain. [eko/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar