Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Wawali Armuji Minta Masyarakat Pesisir Surabaya dan Nelayan Waspada Gelombang Tinggi

Wakil wali kota Surabaya, Armuji

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil wali kota Surabaya, Armuji meminta masyarakat dan nelayan mewaspadai potensi gelombang tinggi yang berada di kawasan pesisir atau pinggir pantai kota Pahlawan.

Menurut rilis prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) maritim Tanjung Perak, potensi tersebut bisa melanda perairan Surabaya dan Gresik.

Potensi gelombang tinggi 1,5 meter hingga 2,5 meter dengan kecepatan angin 5-25 knot dari utara ke timur laut, untuk angin dari barat daya ke barat laut berkisar 8-25 knot di periode 15-17 Desember 2021 ini perlu diwaspadai oleh masyarakat dan nelayan.

Apalagi, berdasarkan klasifikasi resiko terhadap keselamatan pelayaran untuk perahu nelayan agak tidak melaut apabila ketinggian gelombang melebihi 1,25 meter dan kecepatan angin 15 knot. Untuk perahu fiber kecepatan angin ke maksimal 21 Knot dan tinggi gelombang 2 meter.

“Di kota Surabaya ada sekitar 1900 an nelayan mulai dari Romokalisari, Sontoh laut, Kalianak, Nambangan, kejawan putih tambak. Tolong agar waspada dan hati – hati dalam melaut,” kata Wawali Surabaya, Armuji, Sabtu (15/1/2022).

Cak Ji sapaan akrabnya menyebut Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya juga telah memasang enam unit Weather Information Display (WID) yang digunakan untuk menyajikan data cuaca dan ketinggian gelombang secara update, serta kesadaran tertib pelayaran.

Sehingga diharapkan mampu mewujudkan keselamatan dan mengurangi tingkat kecelakaan di laut.

“Saya ingin warga Surabaya selamat semua, termasuk nelayan beserta warga yang ada di pesisir. Saya minta lurah yang memiliki penduduk nelayan agar melakukan pengawasan serta dialog,” tegas Cak Ji.

Mantan ketua DPRD Surabaya ini juga berharap semoga air pasang maupun gelombang tinggi tidak berbarengan dengan turunnya hujan intensitas tinggi.

Sejauh ini Pemkot Surabaya akan mengoptimalkan operasional 61 rumah pompa dan pengerukan di spot yang terjadi endapan sedimen untuk mengantisipasi banjir di kota Pahlawan.(asg/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar