Politik Pemerintahan

Watu Blorok, Inovasi Baru Kecamatan Jetis Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto akan membuat inovasi hasil perpaduan teknologi informasi bernama Watu Blorok (Wadah Bersatu Berbagi Informasi Melalui Layar Monitor dan Radio Komunikasi di Era 4.0).

Paparan lengkapnya disampaikan Camat Jetis, Iwan Abdillah dalam kesempatan rembuk desa Kecamatan Jetis di wana wisata Watu Blorok, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Acara dihadiri Wakil Bupati Mojokero Pungkasiadi, Wakil Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi beserta OPD.

“Kecamatan Jetis sedang menyiapkan inovasi baru yakni perpaduan teknologi kekinian dan kekunoan. Konsepnya seperti command center yang canggih dan interaktif. Itu yang kekinian. Sedangkan yang kekunoan, kita juga gabungkan yaitu repeater (radio HT untuk komunikasi dua arah),” ungkapnya, Rabu (7/8/2019).

Inovasi Watu Blorok ini nantinya akan melengkapi inovasi-inovasi yang sudah ada. Antara lain Melayani dengan Hati Sampai Larut Malam (Melati Harum), Bayar Pajak Pakai Sampah di Bank Sampah (Jaka Sambang), Yuk Jumatan Yuk Silaturahmi Jumat Legi (Yuk Jum Yu Rahmi) dan lain-lain.

“Saya ucapkan terima kasih Pemkab Mojokerto karena pembangunan infrastruktur di Kecamatan Jetis sudah berjalan dengan baik dan merata. Beberapa lokasi di Kecamatan Jetis sudah dibangun jalan beton. Jalan Jetis arah Lakardowo setelah 20 tahun, akhirnya akan dibangun. Arah ke Ngabar juga dibangun, ini juga bisa nambahi akses ke Desa Penompo,” katanya.

Kecamatan Jetis pada tahun 2019 ini menerima Bantuan Keuangan (BK) Desa total Rp2,1 miliar. Bantuan tersebut diberikan pada Desa Canggu Rp400 juta, Desa Parengan Rp400 juta, Desa Mojorejo Rp300 juta, Desa Ngabar Rp300 juta dan Desa Bendung Rp300 juta.

Sementara itu, Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengatakan, pemberian BK desa dimaksudkan untuk mempercepat pembangunan di pedesaan. Hal ini guna menyeimbangkan pertumbuhan dan perekonomian Kabupaten Mojokerto. Namun hal tersebut juga butuh sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.

“Pembangunan dimulai dari desa sesuai instruksi pusat. Prinsip kami adalah pemerataan di segala bidang. Pembangunan ada skalanya. Tentu yang prioritas akan kita dahulukan. Sinkronisasi, sinergi, inilah yang membuat kita maju,” tegasnya.[tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar