Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Waspadai Gelombang Ketiga Covid-19, Ini Langkah Pemkab Jombang

Wabup Jombang Sumrambah bersama Forkopimda mengikuti pengarahan melalui video conference dari Presiden Jokowi, Senin (25/10/2021)

Jombang (beritajatim.com) – Meski kasus Covid-19 terus melandai, namun Pemkab Jombang tetap melakukan antisipasi datangnya serangan gelombang ketiga. Sejumlah langkah dilakukan. Di antaranya, tetap meningkatkan tracing, testing dan treatment.

“Selain itu, kami juga mengoptimalkan capaian vaksinasi kepada lansia dan remaja. Utamanya tenaga pendidik dan pelajar yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Kemudian, menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Serta pada pelaksanaan Natal dan Tahun Baru 2022 akan kami minimalisir mobilitas masyarakat. Itu yang kita lakukan guna mengantisipasi gelombang ketiga Covid,” tutur Wakil Bupati (Wabup) Jombang Sumrambah, Senin (25/10/2021).

Pernyataan Wabup Sumrambah tersebut disampaikan usai mengikuti Video Conference ‘Pengarahan Presiden Joko Widodo hasil evaluasi PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Acara yang berlangsung secara virtual itu dilaksanakan di ruang Jombang Command Center Kantor Pemkab Jombang.

Selain Wabup, hadir pula Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah), Pj Sekdakab Jombang Senen, Asisten, dan Kepala OPD (organisasi perangkat daerah terkait). “Kita mendapatkan pengarahan dari Presiden tentang pentingnya mewaspadai dan melakukan upaya antisipasi gelombang ketiga penyebaran Covid-19 di Indonesia,” lanjutnya.

Sumrambah menjelaskan, selama ini Pemerintah Kabupaten Jombang sudah melakukan langkah-langkah antisipasi tersebut. Setiap kegiatan, masyarakat selalu ditekankan untuk mentaati protokol kesehatan. Yakni, memakai masker, menjaga jarak, menuci tangan, menghindari kerumunan, serta mmengurangi mobilitas.

Langkah lainnya adalah menggenjot capaian vaksinasi di Kabupaten Jombang. Vaksinasi dilakukan setiap hari, tak peduli hari libur atau tanggal merah. Walhasil, hingga saat ini capaian vaksinasi tersebut sudah tembus 76 persen.

“Dan yang tidak kalah penting, hampir setiap kesempatan Tim Gabungan Satgas Covid-19 selalu melakukan operasi yustisi. Tujuannya, untuk mengingatkan masyarakat agar tetap patuh protokol kesehatan. Karena dengan taat protokol kesehatan, bisa memutus rantai penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam pengarahan secara vitual itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut ada 105 Kabupaten/Kota yang kembali mengalami peningkatan kasus Covid-19. Untuk itu, presiden meminta masyarakat untuk selalu mewaspadai prediksi gelombang ketiga Covid-19. Oleh karenanya pemerintah akan kembali memperketat aturan, terutama memasuki Natal dan Tahun Baru 2022. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar