Politik Pemerintahan

Warga Terdampak Bandara Kediri Dirikan Kampung Tanjung Baru

Kediri (beritajatim.com) – Sejumlah warga terdampak pembebasan lahan bandar udara (Bandara) Kediri kini telah mendapatkan tempat tinggal di beberapa tempat, salah satunya di Kampung Tanjung Baru. Perkampungan anyar tersebut ada di Dusun Bedrek Selatan, Desa Grogol, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.

Kampung Tanjung Baru diambil dari daerah asal penghuninya yakni dari Dusun Tanjung yang hilang dari peta desa, setelah menjadi area bandara.

Suparyono, Kepala Desa Grogol mengatakan, di Kampung Tanjung Baru telah berdiri sembilan bangunan rumah dan satu musala. Kawasan seluas 9 ribu meter persegi tersebut sengaja dipersiapkan untuk warga terdampak lahan pembebasan proyek bandara.

“Untuk sementara ada 9.000 meter persegi lahan yang dipersiapkan. Tetapi luasan lahan itu bisa bertambah lagi 9.000 meter lainnya,” kata Suparyono, Rabu (22/1/2020).

Penghuni Kampung Tanjung Baru ini berasal dari Dusun Tanjung. Mereka mendapat ganti untung dari pembebasan lahan sekitar Rp 15 juta per rhu.

Uang ganti untung tersebut, kemudian dibelikan lahan di tempat baru itu senilai Rp 9 juta per rhu. Rata-rata warga membeli lahan sekitar 40 rhu atau 560 meter persegi.

Untuk diketahui, Desa Grogol menjadi satu dari empat desa terdampak pembebasan lahan untuk Bandara Kediri. Di desa ini, masih terdapat 46 warga yang mempertahankan tanahnya dengan alasan nilai ganti untung belum sesuai yang mereka harapkan.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui desa-desa setempat terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi transaksi konsinyasi, karena harganya jauh lebih rendah dan nilai ganti rugi melalui Pengadilan Negeri. [nm/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar