Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Warga Sukodono Mengeluh Jalanan Rusak, DPUBMSDA Sidoarjo Segera Lakukan Perbaikan Menyeluruh

Sidoarjo (beritajatim.com) – Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air, Kabupaten Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, menyatakan pihaknya bakal melakukan perbaikan menyeluruh atas kerusakan jalan yang kerap dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan pekan depan dengan cara pengaspalan, bukan hanya tambal sulam.

Dari identifikasi yang dia lakukan di lokasi, Dwi berkesimpulan sementara kerusakan jalan cukup parah karena banyak hal. Seperti ada saluran got di samping jalan yang buntu.

Saat hujan deras air tidak bisa mengalir ke got. Akibatnya, air meluber dan menggenang sehingga jalan cepat rusak.

Penyebab lainnya, sekitar sebulan ini proses betonisasi ruas jalan Panjunan-Suko di Sukodono berjalan.
Sehingga akses jalan itu pun terbatas karena ada proses betonisasi, dan pengendara akhirnya memiluh lewat Jalan Panjunan dan Jalan Desa Masangan Kulon.

“Jalan Panjunan tersebut dibuat warga sebagai jalan alternatif dan volume kendaraan sangat tinggi, karena ada betonisasi tersebut,” kata Dwi, Selasa (10/5/2022).

Sedang faktor lainnya, tambah Dwi, karena kondisi rusak, warga setempat menguruk beberapa titik jalan tersebut. Sayangnya, pengurukan tidak menggunakan sirtu atau tanah padat namun dengan tanah galian dari got.

“Makanya saat hujan beberapa hari yang lalu, hasil urukannya malah ambles dan menjadi seperti kubangan lumpur,” sebutnya.

Masih kata Dwi, banyaknya keluhan warga dan hasil identifikasi itu jadi bahan untuk perbaikan di sana. “Minggu depan, sekitar tanggal 16 atau 17 Mei harus mulai diperbaiki dengan pengaspalan total, bukan tambal sulam,” janjinya menegaskan.

Melihat kondisi jalan itu, perbaikan yang dilakukan diawali dengan pembersihan saluran di samping jalan. Sehingga aliran air bisa lancar. Lalu, tanah urukan dari tanah got itu akan dikeruk. “Jadi harus dikeruk dulu yang kemarin-kemarin sudah terlanjur diurukkan warga di sana,” lanjut dia.

Setelah dikeruk, baru diuruk ulang menggunakan sirtu. Setelah itu baru diaspal total. Panjang jalan itu memang sekitar 1 kilometer. Namun pengaspalan total hanya sekitar 150 meter di titik yang rusak parah. Sedangkan sisanya bisa dilanjutkan kemudian.

“Karena kondisinya masih layak sehingga tidak butuh perbaikan mendesak. Fokusnya Minggu depan di perbaikan sepanjang 150 meter itu,” pungkasnya. (isa/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar