Politik Pemerintahan

Warga Sidokerto Buduran Sidoarjo Minta Modin Mundur

Puluhan warga perwakilan RT dan RW Desa Sidokerto Kecamatan Buduran mendatangi balai desa setempat, mereka menuntut Kaur Kesra (modin) Desa Sidokerto yang kurang menguasai ilmu agama diminta mengundurkan diri atau diberhentikan Jumat (28/8/2020) malam.

Sidoarjo (beritajatim.com) – Puluhan warga perwakilan RT dan RW Desa Sidokerto Kecamatan Buduran mendatangi balai desa setempat, mereka menuntut Kaur Kesra (modin) Desa Sidokerto yang kurang menguasai ilmu agama diminta mengundurkan diri atau diberhentikan Jumat (28/8/2020) malam.

Warga yang datang ditemui dan diajak berunding oleh Kades Sidokerto Ali Nasikhin didampingi oleh babinsa dan bhabinkamtibmas desa setempat. Dalam pertemuan, para perwakilan RT dan RW itu menilai Kaur Kesra Moch Candra Rizky Hidayat berulang-ulang tidak hadir saat diundang atau diberitahu ada warga Sidokerto yang meninggal dunia.

Selain tidak hadir tanpa ada alasan yang jelas, yang bersangkutan juga sering absen tidak ada di balai desa. “Warga RW 03 meminta Kaur Kesra diganti oleh orang yang kompeten dan faham soal tugas pokok dan fungsinya,” kata Ketua RW 03 Gatot.

Dia menambahkan, modin harus bisa menguasai ilmu agama, menguasai dalam proses jenazah dan lainnya. “Kalau modin tidak bisa ilmu agama, apa jadinya. Kalau menangani jenazah, kasihan jenazahnya,” tukasnya.

Kuswono perwakilan warga lainnya menilai, kepala desa harus menaruh dan memberikan tanggungjawab kepada aparat desa yang menangani kesra, yang didalamnya mencakup sebagai modin, tidak boleh asal-asalan.

Modin mempunyai tanggungjawab yang besar. Baik itu dalam soal menikahkan orang. Yang semula haram menjadi halal, pelaksanaan akadnya harus secara benar. Begitu juga dalam soal menangani jenazah, tidak boleh main-main atau menunjuk orang yang tidak menguasai ilmunya.

“Dari kejadian-kejadian yang ada, ketidakcakapan Kaur Kesra yang ada, yang dan warga berkeinginan Kaur Kesra Chandra untuk mengundurkan diri,” tegasnya.

Di tengah pertemuan, tak sedikit masyarakat yang diluar pendopo tempat pertemuan, nyeletuk meminta modin yang tidak pecus untuk mengundurkan diri. Bahkan ada warga yang sampai  berteriak, kalau ada orang meninggal, dikirim ke balai desa dulu sebelum ke makam. Karena di makam sering ribut karena modinnya tidak datang.

Puluhan warga perwakilan RT dan RW Desa Sidokerto Kecamatan Buduran mendatangi balai desa setempat, mereka menuntut Kaur Kesra (modin) Desa Sidokerto yang kurang menguasai ilmu agama diminta mengundurkan diri atau diberhentikan Jumat (28/8/2020) malam

“Modin juga mendapat toleransi dari warga, diberi kesempatan untuk belajar agama ke Gus Ali Maksum tokoh masyarakat setempat, namun tak pernah dilakukan,” keluh Imam warga setempat.

Chandra yang juga datang di Balai Desa Sidokerto Kepala Desa Sidokerto mengakui dirinya mempunyai kemahiran dalam soal pembangunan tidak dalam soal agama. “Saya memang ahli di bidang pembangunan,” aku warga Entalsewu Kec. Buduran tersebut.

Usai pertemuan, Kades Sidokerto Ali Naskhin menilai kedatangan sert sikap warga yang ditemui di balai desa itu, hanya karena miskomunikasi saja. “Ini hanya miskomunikasi,” jawabnya.

Disinggung soal tuntutan warga meminta modin meletakkan jabatannya karena tidak menjalankan tugasnya? Nasikhin menandaskan, aspirasi warga ini akan disampaikan ke pemerintah diatasnya.

“Saya tidak berani mengambil sikap atau gegabah untuk memberhentikan Kaur Kesra Chandra begitu saja. Saya akan melapor dan konsultasi dengan kecamatan dan kabupaten. Hasil putusan, saya janjikan sepekan yang akan datang,” papar dia.

Pantauan di lapangan, dari putusan kades yang meminta waktu sepekan, warga yang ada di dalam forum merasa tidak puas. Sedangkan warga yang menyaksikan dari luar, tak henti-hentinya   berteriak untuk melakukan demo menurunkan Kaur Kesra Chandra. (isa/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar