Politik Pemerintahan

Warga Segel TPA Bangkalan

Bangkalan (beritajatim.com) – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang terletak di Desa Buluh, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, ditutup oleh warga sekitar. Pasalnya, warga geram dengan dampak yang ditimbulkan TPA tersebut dan menjadi permasalahan yang berlarut-larut.

Sekretaris Desa (Sekdes) Buluh, Syaiful Amri mengatakan selama 15 tahun beroperasi tak ada pengelolaan sampah dari TPA tersebut. Dinas terkait hanya menumpuk dan membakar sampah di lahan seluas 2,5 hektare itu.

“Dampaknya kami warga sekitar hanya mendapat bau, dan lalat yang banyak masuk ke rumah-rumah. Lebih parah lagi, penyakit ISPA, Demam, DBD dan diare akibat tumpukan sampah ini,” terangnya, Jumat (21/2/2020).

Ia menuntut pemerintah bersama pihak terkait untu memberikan solusi konkret tentang permasalahan ini. Tak hanya memindahkan lokasi sampang yang overload, namun juga memberikan solusi pengolahan sampah agar berdampak positif.

“Kalau cuma dipindah dan tidak diolah, sama saja. Masyarakat lagi yang kena dampak,” lanjutnya.

Senada dengan Amri, salah satu perwakilan warga Buluh, Oktavian Ismail Johansyah menuntut pemerintah mengabulkan 10 tuntutan masyarakat desa tersebut. Diantaranya, merealisasikan penerapan UU no 18 tahun 2008 dan Perda Bangkalan no 5 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah.

“Sediakan dan fasilitasi perawatan bak sampah di titik penumpukan sampah, hapus retribusi dan pungli pengelolaan sampah, beri kompensasi pada warga terdampak serta beberapa poin lain. Dan yang terpenting, beri kejelasan ijin dan legalitas lahan tersebut yang digunakan sebagai TPA,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Efendi Ketua Komisi C DPRD Bangkalan, sebagai mitra Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengaku akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait. Pihaknya juga akan membantu mencari solusi terutama dalam pengelolaan sampah.

“Untuk overloadnya, kami akan koordinasi untuk cari lahan baru. Dan yang terpenting adalah pengolahan sampah agar tak berdampak buruk bagi masyarakat. Kami akan rembuk bersama untuk mencari jalan keluarnya,” pungkasnya.

Diketahui, sore ini masyarakat Desa Buluh akan melakukan audiensi langsung pada Bupati Bangkalan untuk mendapatkan solusi atas permasalahan tersebut. Sebab, jika TPA terus ditutup, maka akan ada 64 Ton sampah perhari di wilayah perkotaan yang tidak bisa dibuang.[sar/ted] 





Apa Reaksi Anda?

Komentar