Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Tak Juga Dapatkan Kejelasan Terkait Kasus Kadus

Warga Pungging Datangi Pemkab Mojokerto

Sejumlah warga saat mediasi di ruang kerja DPMD Kabupaten Mojokerto. [Foto : istimewa]

Mojokerto (Beritajatim.com) – Sejumlah warga Dusun Pungging, Desa Pungging, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto mendatangi Kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Mojokerto. Kedatangan warga untuk mempertanyakan kejelasan terkait status Kepala Dusun (Kadus) Pungging, Surono.

Salah satu warga, Suhartono mengatakan, Kadus Suroto menyalahi kewenangan sebagai perangkat desa. “Seperti, dana kompensasi dari salah satu perusahaan di desa tidak masuk kas desa. Diduga dana kompensasi tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi,” ungkapnya, Selasa (21/9/2021).

Masih kata Suhartono, warga sempat menggelar aksi di depan perusahaan mempertanyakan terkait dana kompensasi tersebut. Dalam pertemuan bersama pihak perusahaan yang disaksikan pihak kepolisian dan Forkopimca setempat, perusahaan kertas tersebut telah memberikan dana kompensasi kepada desa.

“Perusahaan memberikan dana kompensasi kepada desa berupa uang dari barang avalan yang keluar dari pabrik. Dari tahun 2015 hingga tahun 2020 dana kompensasi tidak masuk ke desa, diduga masuk salah satu perangkat desa. Kasus ini masih ditangani Polres Mojokerto dan proses hukum masih berjalan,” katanya.

Meski sudah mengetahui namun Kepala Desa (Kades) Pungging, Paiman terkesan membiarkan. Sehingga warga melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Desa Pungging dan meminta agar Kadus Pungging di non aktifkan. Tak hanya itu, enam bukan Kadus tak masuk kerja setelah dipindah sebagai Pelaksana Tata Usaha (TU) di Balai Desa Pungging.

“Absennya kosong, itu kan sama saja sebagai memakan gaji buta. Warga pun ditambah cemas dengan adanya pembuktian jika Kadus Surono pernah mengidap Napza yang harus dirawat di salah satu Rumah Sakit Jiwa di Kabupaten Malang. Punya kartu kuning, jadi kami khawatir bisa digunakan untuk seenaknya saja,” ujarnya.

Upaya mediasi beberapa kali dengan Kadus Pungging pun dirasa tak membuahkan hasil. Sehingga, warga bersama Ketua RT kembali mendatangi Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto untuk meminta kepastian dan kejelasan masalah tersebut.

Sementara itu, Plt Kepala DPMD Kabupaten Mojokerto, Suhartono usai bertemu warga Dusun Pungging mengatakan, akan melakukan klarifikasi dan mengecek ke lapangan dan mengumpulkan bukti bukti. “Yang pasti kami akan melakukan pembinaan kepada Kades, jika tidak ada tindakan ya bisa kami berikan peringatan,” tegasnya. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar