Politik Pemerintahan

Warga Pancer Banyuwangi Mengadu ke Pemprov Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Warga Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi mengadukan nasibnya selama mengikuti pekerjaan Geolistrik PT Bumi Suksesindo (PT BSI) di Lompongan, Pancer kepada Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur.

Rombongan diterima langsung oleh Kepala Dinas ESDM Jawa Timur, Setiajit.

Warga mengadukan  kegelisahannya karena sering dipersekusi oleh kelompok tolak tambang atau Poktolak selama mengikuti pekerjaan geolistrik.

“Hampir tiap hari kami diteriaki anjing sama mereka. Gitu kita dituduh melanggar HAM,” terang salah seorang pemuda Pancer, Prasetyo di hadapan Setiajit, Selasa (18/2/2020).

Pras, demikian dia biasa dipanggil, mengeluhkan mengenai dirinya dan teman-temannya yang merasa dihalangi untuk bekerja. Padahal mereka hanya ingin bekerja dengan aman dan nyaman. Namun, dia mengaku tetap bersabar dengan apa yang dialaminya beserta teman-temannya.

“Kami ingin Pancer kami kembali seperti dulu: kekeluargaan, aman dan damai,” harap Pras.

Sementara itu, salah satu tetua Pancer, Mbah Sunar yang juga turut dalam rombongan menyangkal apabila kehadiran PT BSI sama sekali tidak membawa manfaat. Menurutnya, sudah banyak program perusahaan yang diberikan, seperti bis sekolah, infrastruktur, beasiswa, dan lain-lain.

“Saya catat ada 53 program PT BSI yang telah dinikmati masyarakat,” kata Mbah Sunar.

Selain bercerita, warga Pancer juga menyerahkan surat pengaduan kepada ESDM. Surat ini adalah surat tembusan dari surat yang dibuat oleh warga untuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) saat berkunjungan ke Sumberagung pada (14/2/2020) yang lalu.

Setiajit menanggapi baik keluhan yang disampaikan warga Pancer ini. Dia menyampaikan terima kasih atas informasi yang disampaikan sembari menekankan pentingnya ketaatan pada peraturan.

“Prinsipnya, Pemerintah Provinsi mendukung penuh pertambangan yang dikelola secara legal dan sesuai dengan peraturan perundangan,” tegasnya.

Pertambangan yang berizin, tambah Setiajit, hanya dapat ditutup apabila melakukan pelanggaran hukum. Selama ini, dia menilai PT BSI telah memenuhi peraturan yang berlaku. Tidak hanya bidang ketaatan, program sosial PT BSI juga dilaksanakan dengan baik.

Selain ke ESDM, warga juga mendatangi Polda Jawa Timur untuk hal yang sama. Rencananya, mereka akan melanjutkan ke beberapa instansi di provinsi.

Di tempat terpisah, Senior Manajer External Affairs PT BSI, Sudarmono, mengatakan bahwa pihak perusahaan akan terus berupaya untuk selalu melindungi karyawan dalam menjalankan aktifitas perusahaan.

“Bagi perusahaan keselamatan karyawan adalah hal yang sangat penting, dan termasuk menjamin kesejahteraan para karyawan beserta keluarganya. Perusahaan juga memaksimalkan upaya untuk peningkatan kesejahteraan warga sekitar area operasi tambang sebagai penerima manfaat atas keberadaan PT BSI di wilayah mereka, sehingga ke depan bisa tumbuh dan berkembang bersama, selaras dengan kemajuan Perusahaan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Sabtu (15/2/2020) lalu, sekitar 20 orang yang tergabung dalam Potolak melakukan aksi kayuh sepeda dengan tujuan akhir Surabaya sebagai bentuk protes terhadap kegiatan BSI; aksi berhenti di Jember sebelum mencapai tujuan akhirnya.

Menyikapi aksi tersebut, sekitar 2.400 warga sekitar area operasi Bukit Tujuh, termasuk Pancer, sebagai penerima manfaat PT BSI baik itu secara langsung atau tidak langsung, menyatakan dukungan terhadap keberadaan perusahaan tambang emas tersebut di daerah mereka melalui surat tertulis yang diserahkan ke kantor PT BSI.

Sunarto, salah satu warga pendukung PT BSI, mengatakan bahwa PT BSI melalui Program Pengembangan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) telah memberikan manfaat bagi banyak warga Pancer.

“Kami sangat merasakan manfaat keberadaan BSI di wilayah kami, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan. Semua pelayanan diberikan secara gratis untuk warga,” jelas Sunarto.

Di tahun 2019, PT BSI telah manjalankan program PPM yang mampu menjangkau penerima manfaat langsung sebanyak lebih dari 45 ribu warga di lima desa area kecamatan Pesanggaran dan sekitarnya.[rea/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar