Politik Pemerintahan

Warga Malang Dukung Pelantikan Presiden dengan Tandatangan Massal

Tandatangan massal mendukung pelantikan presiden dan wakil presiden.

Malang (beritajatim.com) – Warga Malang dari berbagai elemen mengumpulkan tandatangan dukungan untuk pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober mendatang. Mereka melakukan tandatangan di sebuah spanduk yang dipasang melingkari bundaran Tugu, Kota Malang.

Ada 33 spanduk yang dipasang oleh lintas organisasi ini. Spanduk putih itu berukuran 1×8 meter persegi. Siapapun yang melintas boleh memberikan tandatangan dukungan ini. Spanduk ini terpasang sejak Sabtu, 5 Oktober lalu hingga Senin, (7/10/2019) ratusan ribi orang telah melakukan tandatangan dukungan.

Kordinator Lapangan aksi Heru Dedy Budiantoro menyebut aksi mereka sebagai cara yang santun untuk menyampaikan pendapat di muka umum selain melakukan demonstrasi. Katanya ini adalah aksi damai, tujuannya menjaga kekondusifitasan Kota Malang.

“Spanduk petisi dukungan ini kita ingin ciptakan Kota Malang yang aman. Demo boleh, tapi jangan anarkis jangan mencaci maki. Ini juga bentuk penyaluran aspirasi dengan cara kita yang santun,” kata Heru.

Heru mengatakan, dalam spanduk ini hanya bertuliskan dukungan atas pelantikan presiden dan wakil presiden. Menurutnya, siapapun yang menang dalam Pemilu 2019 kemarin adalah kepala negara yang sah sesuai konstitusi dan undang-undang.

“Pelantikan Presiden saya tidak tulis nama, karena kita harus akui itu secara konstitusi siapapun orangnya akan kita dukung kita harus mengawal presiden terpilih sesuai undang-undang dan konstitusi. Kita hanya berharap dan berusaha menjaga Kota Malang tetap kondusif,” tandas Heru.

Aksi damai ini diikuti oleh lintas organisasi seperti Alumni Halokes Malang, Arek Jatim, Barisan Kader Gus Dur, Malang Peduli Demokrasi, Banser, Ansor, Nahdatul Ulama, Pemuda Pancasila, dan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia dan organisasi lainnya.

Selain poster mendukung pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI. Massa juga membentangkan poster bertuliskan “Arek Malang Lawan Hoax”, “Arek Malang Lawan Sparatisme”, Arek Malang Lawan Rasisme” Arek Malang Lawan Anarkisme” hingga “Arek Malang Menolak Paham Kilafah”. [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar