Politik Pemerintahan

Warga Kurang Mampu Jangan Hamil Dulu, Dana Jampersal Habis

foto/ilustrasi

Ponorogo (beritajatim.com) – Warga kurang mampu yang belum terdaftar pada badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) hendaknya menabung jika anggota keluarganya akan melahirkan. Karena pada awal Agustus ini, Pemkab sudah tidak dapat lagi menanggung biaya jaminan persalinan (jampersal).

Keadaan itu terjadi lantaran dana dari pemerintah pusat sebesar Rp 2,3 miliar untuk membantu biaya persalinan warga kurang mampu sudah habis. “Kami tidak bisa mengatur bahwa anggaran ini bisa mengcover sampai akhir tahun. Karena tergantung pengajuan klaim dari masyarakat yang bersalin,” kata Kepala Dinkes drg Rahayu Kusdarini, Kamis (8/8/2019).

Irin, sapaan akrabnya mengungkapkan jika besaran anggaran jampersal ditentukan oleh pemerintah pusat. Tahun lalu Pemkab Ponorogo mendapat kucuran dana Rp 2,9 miliar, lebih besar dari pada tahun ini.

Lantaran anggaran yang tersedia lebih sedikit dibanding tahun lalu, sedangkan angka persalinan di Ponorogo tinggi, maka dana tersebut habis tak sampai akhir tahun. “Tahun lalu pun juga tidak sampai akhir tahun, dana sudah habis pada bulan Oktober,” katanya.

Dokter yang pernah menjabat sebagai kepala Puskesmas Kauman itu menjelaskan bahwa jampersal merupakan asuransi yang dinaungi oleh BPJS. Meski begitu, jampersal hanya dapat dinikmati bagi warga kurang mampu yang tidak tercover dalam berbagai fasilitas asuransi BPJS.

“Jadi warga kurang mampu yang tidak tercover berbagai asuransi maupun BPJS, jampersal bisa menjadi solusinya,” pungkasnya. [end/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar