Politik Pemerintahan

Terdampak Virus Corona

Warga Kota Probolinggo Dapat Bantuan Rp 110 Ribu Tiap Bulan

Robert Anggota Komisi III DPRD Kota Probolinggo

Probolinggo (beritajatim.com) – Komisi III DPRD Kota Probolinggo, memastikan pengawasan terhadap upaya pemerintah merecovery ekonomi masyarakat terdampak wabah corona.

Tidak boleh ada yang bermain dengan dana bantuan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Bantuan juga diharapkan benar-benar sampai kepada penerima manfaat. “Anggaran yang bersumber dari APBD akan dikucurkan lewat kelurahan-kelurahan. Sementara bersumber dari APBN akan dikucurkan melalui kecamatan-kecamatan. Semua dalam bentuk bantuan non tunai atau sembako. Itu harus sampai,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Agus Riyanto, Rabu (8/4/2020).

Politisi PDI-P ini meminta tak hanya masyarakat yang terdaftar dalam data terpadu kesejahteraan di Dinas Sosial seperti fakir miskin dan orang tidak mampu yang mendapat bantuan. Jenis pekerja seperti sopir angkot, buruh pabrik, mupun tukang becak, hendaknya juga didata untuk menerima bantuan.

“Jadi semua lapisan masyarakat yang terdampak covid-19 ini wajib mendapat bantuan. Agar penerima manfaat tidak tumpang tindih, tentunya harus ada regulasi. Jangan sampai satu orang menerima bantuan dobel. Ini juga tidak baik,” sambung pria akrab disapa Agus itu.

Senada dikatakan Robet, anggota komisi tiga lainnya. Menurutnya, anggaran disemua organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Probolinggo, yang berpeluang digeser, bisa dimanfaatkan untuk recovery ekonomi masyarakat. “Sediakan anggaran sebesar-besarnya. Tapi tetap sesuai tekhnis tidak menabrak undang-undang,” katanya.

Terpenting, lanjut Robet, pemerintah daerah selalu koordinasi dengan DPRD. “Kami mitra pemerintah yang berfungsi terhadap pengawasan. Biarlah kami dan pemrintah berjalan seiring demi menyelematkan masyarakat dari dampak covid-19,” tutup politisi PPP itu.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kota Probolinggo, Zainullah, mengatakan, ada dua program bantuan dampak corona yang akan dikucurkan pemerintah. Masing-masing bersumber dari APBD Kota Probolinggo, dan APBN. “Untuk penerima bantuan dari APBD kita sudah punya data sebanyak 1.300 orang. Sedangkan penerima bantuan bersumber dari APBN total 20.795 orang,” katanya.

Informasi didapat, bantuan akan dikucurkan selama tiga bulan berturut-turut. Untuk bantuan bersumber dari APBD sebesar Rp. 110.000,- /bulan sedangkan dari APBN Rp. 200.000,-/bulan. (eko/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar