Politik Pemerintahan

Warga Kota Mojokerto Wajib Pakai Masker

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat kampanye memakai masker. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengimbau kepada seluruh warga Kota Mojokerto untuk memakai masker guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Kewajiban memakai masker tersebut, dikampanyekan bersama TNI-Polri di kawasan publik, Selasa (7/4/2020).

Sejumlah tempat publik menjadi titik fokus dalam mengampanyekan wajib pakai masker saat beraktifitas di luar rumah. Mulai dari pasar modern, perkantoran, bank, stasiun hingga tempat pangkalan angkutan umum dan becak. Ning Ita (sapaan akrab, red), memberikan masker dan vitamin kepada para supir angkutan, nasabah bank dan pengunjung pasar modern.

“Mulai hari ini, sesuai rekomendasi dari WHO, kami menjalankan wajib masker untuk semua. Jadi, siapapun harus memakai masker ketika berkegiatan di luar. Karena, penyebaran Covid-19 paling cepat adalah melalui melalui tetesan air liur (droplets) atau muntah (fomites), dalam kontak dekat tanpa pelindung,” ungkapnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto tidak mengharuskan masyarakat memakai masker bedah atau N-95. Namun masyarakat diperbolehkan memakai masker kain karena dapat digunakan berulang kali setelah dicuci bersih. Sementara, masker bedah atau N-95 yang sekali pakai, hanya diperuntukkan bagi petugas medis.

“Mari gunakan masker kain, karena kita tidak pernah tahu orang tanpa gejala pun bisa menjadi sumber penyebaran penyakit ketika di luar rumah. Kami ingin, masyarakat paham dan sadar betul untuk menjaga orang lain tetap aman, maka harus dimulai dari diri sendiri. Mari pakai masker, untuk melindungi diri dan orang lain,” himbaunya.

Kendati telah menggunakan masker kain, Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar tetap mentaati protokol kesehatan. Seperti pysical distancing, selalu mencuci tangan setiap saat, menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.

“Kami yakin, dengan kerjasama dari seluruh elemen masyarakat, kita bisa mencegah, menanggulangi, penyebaran Covid-19 yang saat ini melanda di seluruh Nusantara. Melalui berbagai ikhtiar dan kerjasama yang baik dengan masyarakat, kita dapat mencegah penyebaran Covid-19. Jika ada masyarakat yang tidak mengenakan masker, maka akan kami karantina selama 14,” katanya.

Selain itu, Ning Ita juga berpesan kepada seluruh masyarakat Kota Mojokerto agar tidak mengucilkan atau pun menjauhi keluarga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan atau yang telah terkonfirmasi Covid-19. Karena, dengan sikap menjauhi tersebut akan menambah beban bagi keluarga. Untuk itu, ia meminta kepada warga agar saling membantu.

“Dengan tetap menerapkan physical distancing dan protokol kesehatan. Mari rangkul bersama, saudara-saudara kita. Mereka ini sedang terkena musibah. Bantu kebutuhan mereka selama masa isolasi mandiri. Jangan jauhi, apalagi mengucilkan mereka dari lingkungan. Tetap jaga jarak aman dan taati aturan kesehatan, tidak bersentuhan secara langsung dan menerapkan selalu physical distancing” tandasnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar