Politik Pemerintahan

Warga Jember Tanpa Takbir Keliling dan Salat Id di Masjid dan Lapangan

foto/ilustrasi

Jember (beritajatim.com) – Warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan menyambut lebaran tanpa takbir keliling dan salat id di masjid maupun lapangan. Demikian surat edaran yang dikeluarkan Bupati Faida, Rabu (20/5/2020).

Surat edaran berisi sejumlah imbauan itu juga ditandatangani Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Aris Supriyono, Komandan Distrik Militer 0824 Letnan Kolonel Infantri La Ode, Kepala Kantor Kementerian Agama Muhammad, Ketua Majelis Ulama Indonesai Abdul Halim Subahar, Ketua Pengurus Cabang NU Jember Abdullah Syamsul Arifin, Ketua Pengurus Cabang NU Kencong Zainil Ghulam, Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kusno, dan Ketua Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia Hawari Hamim.

Dalam surat itu, camat, kepala desa, lurah, dan takmir masjid diminta untuk tidak melaksanakan takbir keliling. Kegiatan takbir dapat dilaksanakan di masjid dan musala menggunakan pengeras suara dengan diikuti maksimal lima orang dan dengan mengikuti protokol kesehatan secara ketat. Warga juga diminta menghidupkan malam hari raya dengan memperbanyak zikir, takbir, tasbih, dan sebagainya sebagai ikhtiar meningkatkan ibadah dan memohon pertolongan kepada Allah.

Sesuai kaidah fikih, maka warga diminta sebaiknya tidak menyelenggarakan salat Idul Fitri di masjid atau lapangan. Sebaiknya salat Idul Fitri dilakukan berjamaah bersama di rumah bersama anggota keluarga yang diyakini bebas Covid-19 atau sendirian. Masyarakat diminta tidak melaksanakan open house, silaturahmi, halal bi halal, atau kegiatan lain yang mengundang banyak orang.

Ketua PD Muhammadiyah Jember Kusno mengatakan, sepanjang belum ada pencabutan kondisi darurat nasional Covid-19 dan situasi belum terkendali, salat Id tidak digelar di lokasi yang menimbulkan kerumunan dan memunculkan klaster penyebaran virus. Ini juga sesuai dengan perintah Pengurus Pusat Muhammadiyah. “Kalau ada pihak-pihak yang menyelenggarakan (salat Id) di luar dengan mengatasnamakan Muhammadiyah, secara organisatoris itu bukan tanggung jawab Muhammadiyah,” kata Kusno. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar