Politik Pemerintahan

Warga di Mojokerto Ngluruk Balai Desa Cendoro

Ratusan warga ngluruk kantor Balai Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/beritajatim.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Ratusan warga Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto ngluruk kantor Balai Desa Cendoro. Warga mempertanyakan realisasi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2018 dan 2019.

Salah satu perwakilan warga Cendoro, Amin Tohari mengatakan, menuntut adanya transparansi pengelolaan “APBDes tahun 2018 dan tahun 2019. Tahun 2018 anggarannya sampai Rp1,2 miliar sedangkan tahun 2019 Rp1,7 miliar. Dibuat apa anggaran itu?,” ungkapnya, Selasa (19/11/2019).

Masih kata Amin, Pemerintah Desa Cendoro kurang transparan dalam pengelolaan APBDes dan enggan menyampaikan secara terbuka penggunaan anggaran yang bersumber dari Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD) serta Pendapatan Anggaran Desa (PADes).

“Ada 8 item realisasi APBDes Cendoro yang dipertanyakan warga. Utamanya realisasi kegiatan fisik berupa pembangunan jalan dusun di 4 titik, selain itu juga pembangunan sanitasi tahun 2019 serta anggaran untuk kepemudaan. Intinya, warga hanya ingin mengetahui RAB (Rancangan Anggaran Biaya, red) pembangunan itu,” katanya.

Sesuai dengan intruksi Presiden Joko Widodo, lanjut Amin, bahwa realisasi penggunaan APBDes harus transparan. Warga berharap pihak desa bersedia untuk menyampaikan secara langsung apa yang menjadi tuntutan warga. Sesuai dengan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, lanjut Amin, warga berhak untuk bertanya dan mendapatkan penjelasan tentang penggunaan APBDes. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar