Politik Pemerintahan

Pilkades Serentak Pamekasan 2019

Warga Desa Pamaroh Desak Pemkab Diskualifikasi Cakades Nomor 3

Ratusan warga Desa Pamaroh, Kecamatan Kadur, berunjuk rasa ke Kantor Pemkab Pamekasan, dalam rangka menuntut keadilan dalam sengketa pilkades Pamaroh, Senin (30/9/2019). [Foto: Samsul Arifin/beritajatim.com]

Pamekasan (beritajatim.com) – Ratusan masyarakat Desa Pamaroh, Kecamatan Kadur, mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan di Jl Kabupaten 107 Pamekasan, Senin (30/9/2019).

Kedatangan tersebut dilakukan dalam rangka unjuk rasa mempertanyakan persoalan sengketa pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Desa Pamaroh, Kadur. Sebab hingga saat ini belum ada keputusan konkrit pasca proses pemilihan.

“Kami datang kesini untuk mempertanyakan tindak lanjut dari proses pelaksanaan pilkades serentak di Desa Pamaroh (Kadur), sebab hingga saat ini tidak kunjung ada kejelasan termasuk dari pemerintah kabupaten,” kata salah satu orator aksi, Haidar.

Tidak hanya itu, mereka menilai calon kepala desa (cakades) incumbent banyak melakukan kecurangan dan mengakibatkan cakades yang mereka dukung kalah dengan selisih 18 suara. “Hal ini jelas bahwa P2KD (Panitia Pemilihan Kepala Desa) Pamaroh melakukan kecurangan demi memenangkan pihak cakades imcumbent,” tegasnya.

“Sejak awal kami mencium aroma ketidak adilan sejak pembentukan P2KD oleh BPD, termasuk juga kejanggalan dengan memasukkan pemilih yang tidak cukup umur ke dalam daftar pemilih dengan merubah tahun kelahiran. Termasuk juga adanya tatib yang justru berpihak pada cakades incumbent,” jelasnya.

Dari itu pihaknya meminta agar pihak terkait segera memutuskan dengan bijak, yakni mendiskualifikasi cakades nomor urut 3 atas nama Asy’ari sekalipun mendapat raihan suara terbanyak pada proses pesta demokrasi tingkat desa yang digelar serentak, Rabu (11/9/2019) lalu.

“Usut tuntas kecurangan pilkades Pamaroh yang melebihi 18 suara dari daftar pemilih, dan kami meminta panitia pelaksana pilkades merekomendasikan kepada bapak bupati untuk mendiskualifikasi cakades nomor 3 atas nama Asy’ari,” pungkasnya.

Pilkades Pamaroh, Kadur, diikuti sebanyak tiga cakades dengan total sebanyak 3.619 orang yang terdaftar sebagai pemilih. Dari jumlah tersebut tercatat sebanyak 1.777 suara untuk cakades nomor urut 1, sebanyak 57 suara untuk cakades nomor urut 2 dan sebanyak 1.783 suara untuk cakades nomor 3.

Namun dari total suara tersebut tercatat sebanyak 20 suara dinyatakan tidak sah, dari total keseluruhan sebanyak 3.637 suara. Namun hasil ceklist pemilih yang hadir dan dicocokkan dengan surat undangan klop sebanyak 3.619 suara, anehnya penghitungan di plano keluar angka sebanyak 3.637 suara atau lebih 18 suara dari total pemilih. [pin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar