Politik Pemerintahan

Warga Desa Gayaman Demo Kantor Bupati Mojokerto, Ini Tuntutannya

Mojokerto (beritajatim.com) – Ratusan warga Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto mendatangi kantor Bupati Mojokerto di Jalan A Yani Kota Mojokerto.

Mereka menuntut Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada, Rabu (23/10/2019) Gayaman hitung ulang.

Pasalnya, warga menilai sebanyak 946 surat suara dinyatakan tidak sah tersebut karena terdapat coblosan yang tembus. Satu coblosan ada di gambar calon dan tanda coblosan yang lain, ada di luar gambar dan tidak mengenai kandidat lain. Coblosan tersebut dinilai tidak sah.

Pilkades Gayaman, Kecamatan Mojoanyar diikuti dua Cakades. Dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 3.625 pemilih, sebanyak 3.222 pemilih hadir dalam Pilkades serentak, Rabu (23/10/2019). Suara sah sebanyak 2.276 suara, sebanyak 946 surat suara dinyatakan tidak sah dan 393 tidak hadir.

Khamim Gozali menang dengan 1.191 suara. Sementara, lawannya Joko Wahyudi kalah tipis dengan 1.085 suara. Dengan membawa orkes dan biduanita, massa menggelar aksi di depan kantor Bupati Mojokerto yang dijaga aparat kepolisian dari Polresta Mojokerto.

Sebanyak 10 perwakilan warga langsung diterima Pemkab Mojokerto di ruang Satya Bina Karya (SBK) Pemkab Mojokerto untuk menggelar audiensi. Perwakilan warga diterima Kabag Hukum, Kepala DPMD, Sekretaris Kesbangpol, Plt Kepala Satpol PP dan Kapolresta Mojokerto.

Sebelumnya, ratusan warga Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto menggelar aksi di depan kantor balai desa setempat, Selasa (29/10/2019). Warga meminta agar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019, Rabu (23/10/2019) lalu diulang.

Hasil audiensi yang digelar antara warga Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto dengan Badan Permusyawaratan Daerah (BPD) tidak ada hasil. Pihak BPD menunggu hasil Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait tuntutan warga.[tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar