Politik Pemerintahan

Warga Bojonegoro yang Sudah Meninggal pun Ikut Berhaji

Bojonegoro (beritajatim.com) – Rombongan Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Bojonegoro kloter 73 dan 74 sudah berangkat dari Pendapa Pemkab Bojonegoro menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rabu (31/8/2019) pagi.  Tak terkecuali, nama orang yang sudah almarhum.

Kepercayaan masyarakat terhadap badal haji atau haji untuk menggantikan orang lain, masih kental. Terlebih bagi yang masih ingin memberangkatkan anggota keluarganya yang sudah meninggal. Di Kabupaten Bojonegoro fenomena tersebut masih kental.

Misalnya, salah seorang warga Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Dia bersama keluarga memberangkatkan tiga orang almarhum keluarganya. Prosesinya pun hampir sama dengan calon jamaah haji lain.  Menggelar tasyakuran sebelum berangkat ke tanah suci. “Masing-masing untuk membadalkan haji ini membayar Rp 6 juta kepada orang yang menggantikan untuk berangkat ke tanah suci Mekkah,” ujar sumber yang tak ingin disebut namanya, Rabu (31/7/2019).

Badal haji, menurut Kasi Gara Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro, M Asyik Syamsul Huda, masih menjadi kepercayaan masyarakat. Namun, Kemenag mengaku tidak memfasilitasi bagi warga yang ingin membadalkan haji. “Kemenag tidak memfasilitasi untuk haji badal. Haji badal menjadi urusan masing-masing, tidak ada urusan dengan Kemenag,” ujar Asyik.

Secara hukum agama, lanjut dia, memang ada yang mempercayai bahwa badal haji diperbolehkan oleh agama dengan berbagai syarat. Salah satu syaratnya, orang yang boleh menggantikan adalah yang sudah pernah berhaji. “Biasanya badal haji ini menggunakan jasa KPIH,” terangnya.

Badal haji merupakan ibadah haji yang diwakilkan, yang ditunaikan oleh orang lain. Misal seseorang melakukan haji ke tanah suci namun diniatkan atas orang yang sudah meninggal. Ada tiga kategori muslim yang bisa dihaji badalkan.

Kategori muslim itu adalah muslim yang berhaji namun yang tak mampu secara fisik atau sakit yang tak bisa dipindahkan dari tempat baringnya, telah meninggal namun belum melaksanakan ibadah haji, dan hilang ingatan atau pikun. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar