Politik Pemerintahan

Warga Bangkalan Hanya Terima Nasi Kotak Selama Isolasi Mandiri

Rumah isolasi di Balai Diklat Bangkalan

Bangkalan (beritajatim.com) – Sejumlah warga di delapan kecamatan di Kabupaten Bangkalan menjalani isolasi mandiri. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat hanya menyalurkan bantuan nasi kotak dari Pemerintahan Provinsi Jawa Timur.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan, Wibagio mengatakan, sejak Senin (5/7/2021), pihaknya hanya mendistribusikan nasi kotak di sepuluh kecamatan. Ia mengakui bantuan itu berasal dari dapur umum Dinas Sosial Pemprov Jatim. “Isolasi mandiri terjadi di 8 Kecamatan dan hanya mendapatkan nasi kotak,” terangnya, Rabu (7/7/2021).

 

Ia juga mengatakan, jumlah bantuan nasi kotak tersebut sejak tiga hari ini berbeda. Senin sebanyak 500 nasi kotak, Selasa 1000 nasi kotak dan Rabu sebanyak 1500 nasi kotak. “Ya kita hanya menerima saja. Jumlahnya hingga tiga hari ini berbeda,” ungkapnya.

Ia memperkirakan, bantuan tersebut akan berlangsung hingga masa PPKM Darurat usai yakni tanggal 20 Juli mendatang. Namun ia enggan menyebut jumlah riil warga yang melakukan isoman yang ada di delapan kecamatan itu.

“Untuk jumlahnya langsung ke satgas atau BPBD. Saat ini jumlah bantuannya terbatas sehingga teknis penyaluran tergantung pada masing-masing kecamatan itu,” tegasnya.

Diketahui, delapan kecamatan tersebut yakni Kecamatan Arosbaya, Burneh, Klampis, Geger, Tanjung Bumi, Sepulu, Tragah serta Bangkalan. Hingga saat ini, Kabupaten Bangkalan kembali beralih menjadi zona merah setelah beberapa zona kuning. [sar/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar