Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Wapres Ma’ruf Amin Panen Pisang Cavendish di Ponorogo

Wapres KH. Ma'ruf Amin saat memanen pisang Cavendish di Desa/Kecamatan Pulung Ponorogo. (Foto/Humas Wakil Presiden Ma'ruf Amin)

Ponorogo (beritajatim.com) – Wakil Presiden (Wapres) RI KH. Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Ponorogo. Ada beberapa kegiatan yang dilakukan mantan Rois Aam PBNU itu di bumi reyog. Kegiatan pertama yang dilakukan wapres Ma’ruf Amin di Ponorogo, yakni melakukan panen perdana pisang Cavendish di Desa/Kecamatan Pulung Ponorogo. Panen perdana pisang Cavendish ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Hortikultura Berorientasi Ekspor.

Dalam sambutannya, Ma’ruf Amin mengungkapkan bahwa penanaman pisang Cavendish di Kabupaten Ponorogo ini, sebagai salah satu pilot project yang dimulai oleh perusahaan yang bermitra dengan masyarakat. Pisang Cavendish ini merupakan salah satu jenis pisang yang berhasil dikembangkan dan sudah diekspor. Selain di Ponorogo, pisang jenis ini juga sudah dikembangkan di beberapa daerah. Yakni di Aceh, Lampung, Jawa Barat, Bali dan paling banyak di Jawa Timur.

“Kita patut bersyukur, Allah SWT telah menganugerahi kita tanah air dengan sumber daya alam yang melimpah. Salah satunya adalah keanekaragaman genetik pisang. Pisang adalah buah yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Memiliki cita rasa yang beragam, harganya terjangkau, dan mudah diolah menjadi produk yang bernilai komersial dan bisa diekspor,” kata Wapres KH. Ma’ruf Amin, Rabu (30/3/2022).

Besarnya pangsa ekspor buah-buahan dunia, khususnya komoditas pisang ini, menjadi peluang bagi Indonesia. Untuk itu, perlu dilakukan upaya peningkatan produksi. Baik itu peningkatan dari segi kuantitas, kontinuitas, maupun juga kualitas.

“Holtikultura memiliki pasar ekspor yang bagus. Seperti pisang Cavendish ini, menurut informasi pasar ekspornya itu baru satu persen,” ungkapnya.

Karena peluang ekspornya yang masih besar, Pemerintah ingin mengembangkan para petani. Ma’ruf ingin mendorong masyarakat di pedesaan untuk tetap tinggal di desa, dan mengembangkan holtikultura untuk pangsa ekspor. Dengan usaha itu, tentu mereka yang ada di desa bisa hidup sejahtera.

“Ini semua dalam rangka pengembangan dan pemberdayaan masyarakat desa. Sekaligus juga dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Supaya kehidupan masyarakat desa berubah, dikit demi sedikit kemiskinan diturunkan,” pungkasnya. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar