Politik Pemerintahan

Walikota Probolinggo Ajak Jajarannya Berguru ke Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Terinspirasi dengan perkembangan Banyuwangi, Walikota Probolinggo Hadi Zaenal Abidin melakukan kunjungan kerja kabupaten berjuluk the Sunrise of Java ini. Habib Hadi, panggilan akrabnya, bahkan mengajak puluhan media dan menggelar media gathering di Banyuwangi selama dua hari, Senin – Selasa (29-30/4/2019).

Habib Hadi datang bersama Wakil Walikotanya, HM Soifis Subri. Habib mengaku bahwa Banyuwangi menjadi inspirasinya dalam mengembangkan Kota Probolinggo. Habib yang baru menjabat empat bulan ini, ingin agar Kota Probolinggo bisa lebih berkembang setelah sharing dengan Banyuwangi.

“Sebenarnya, saya juga ingin meniru semangat Pak Anas dalam membangun daerahnya. Bagaimana beliau bersama-sama SKPD mengembangkan daerahnya. Sharing Ini akan jadi bekal saya untuk untuk mengembangkan Kota Probolinggo,” kata Habib saat diterima Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendopo, Selasa (30/4/2019).

Dalam kesempatan itu, Habib juga menjelaskan bahwa pihaknya ingin mengembangkan Kota Probolinggo sebagai daerah penyangga pariwisata Bromo. Untuk itu, pihaknya merasa perlu datang ke Banyuwangi untuk menimba praktek pengembangan pariwisata daerah.

“Kami ingin agar Kota Probolinggo bisa mendapatkan manfaat dari pengembangan wisata Bromo. Untuk itu, kami belajar ke mari bagaimana mengembangkan hal tersebut. Seperti Desa Kemiren Banyuwangi yang berada di bawah kaki Gunung Ijen, dimana desa adat ini bisa berkembang pesat lantaran imbas berkembangnya wisata Kawah Ijen,” urai Habib.

Selama di Banyuwangi, Habib bersama rombongan menyempatkan diri menginjungi Sanggar Genjah Arum di Desa Adat Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Di sana rombongan menikmati atraksi pemrosesan kopi yang benar, hingga menyaksikan Tari Gandrung dan pertunjukan musik tradisional Desa Kemiren lewat alunan alu yang dipukul-pukulkan pada lesung.

“Kami juga mengajak puluhan jurnalis ke Banyuwangi, juga sebagai bahan bagaimana media menjadi unsur penting dalam mengembangkan daerah, terutamanya dari pemberitaan yang media buat,” ujar Habib.

Dalam kesempatan itu, Bupati Anas juga berbagi sejumlah kiat dan sharing pengalaman dalam mengembangkan pariwisata. Menurut Anas, mengembangkan pariwisata itu harus melibatkan banyak pihak, terutama warga lokal.

“Pariwisata itu termasuk high risk. Sekali yang kita promosikan tidak sesuai dengan faktanya, maka kita akan “dihukum” di sosial media. Untuk itu, pengembangan pariwisata harus detail dan mengajak masyarakat setempat. Selain lebih sustain, juga lebih mudah untuk menggerakkan warga untuk bersikap ramah wisatawan jika mereka dilibatkan,” kata Anas. [rin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar