Politik Pemerintahan

Walikota Malang dan Bupati Banyuwangi Beber Tips Pengembangan Daerah

Banyuwangi (beritajatim.com) – Walikota Malang Sutiaji melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Banyuwangi selama dua hari Jumat-Sabtu (7-8/3/2020). Bupati Abdullah Azwar Anas menyambut kedatangan walikota di Pendopo Banyuwangi pada Sabtu (8/3/2019), keduanya asyik berbagi kisah tentang pengembangan daerah masing-masing.

Walikota Sutiaji hadir di Banyuwangi bersama segenap kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan para Camat. Sebelumnya rombongan tersebut telah berkeliling ke sejumlah instansi dan lokasi pelayanan publik Banyuwangi untuk melihat langsung transformasi pengelolaan layanan publik hingga tata kelola daerah.

“Kami berterima kasih kepada Banyuwangi yang telah menerima kedatangan kami untuk belajar berbagai hal. Dua hari saya melihat banyak hal positif. Mohon ijin Pak Anas, setelah ini bergantian secara bergelombang staf kami akan sering ke Banyuwangi untuk transfer knowledge dan skill untuk kami terapkan serupa di Kota Malang. Mereka kami wajibkan belajar kemari,” kata Sutiaji.

Sutiaji mengatakan perubahan yang dialami Banyuwangi dalam kurun sepuluh tahun terakhir menurutnya begitu luar biasa. Salah satunya dalam mengubah image yang dulunya negatif justru sekarang menjadi primadona baru wisata di Indonesia.

Selain itu, yang membuat Sutiaji tertarik meniru ke Banyuwangi adalah perubahan mindset birokrasinya.

“Ini yang benar-benar saya ingin tahu caranya. Birokrasi di sini mampu menjadi pengungkit daerah, dan mereka bekerja keras. Karena saya lihat sendiri staf bapak yang kerja tidak mengenal waktu dan loyal. Apa ilmunya ya Pak Anas kok bisa menginjeksi semangat semacam itu ke birokratnya,” kata Sutiaji dengan lugas.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) tentang kerjasama Pengembangan Smart City antara Kota Malang dan Kabupaten Banyuwangi.

“Saya melihat tata kelola pemerintahan Banyuwangi begitu maju berkat penerapan IT. Begitu juga dengan program smart kampungnya, Banyuwangi berhasil membuat efektif dan efisien pelayanan publik di desa-desa. Ini yang ingin kami pelajari untuk mendorong pelaksanaan Smart City di Kota Malang,” kata Sutiaji.

Sementara itu Bupati Anas mengapresiasi kedatangan Walikota Malang beserta jajarannya di Banyuwangi. Banyuwangi juga berterima kasih karena Pemkot Malang menjadikan Banyuwangi sebagai benchmark pengelolaan pemerintahan dan penerapan smart city.

“Kota Malang selama ini sudah lebih dulu maju dari Banyuwangi. Kami merasa juga ada banyak hal yang perlu kami ambil sebagai contoh dari berbagai kemajuan di Kota Malang,” kata Bupati Anas.

Anas mengatakan, sejatinya setiap daerah memiliki opportunity-nya masing-masing yang bisa dikembangkan, tinggal bagaimana mengelola dan mengemasnya. Banyuwangi sendiri mengambil differensiasi dari derah lain berdasarkan potensi wilayah yang dimiliki.

Salah satunya Pemkab Banyuwangi pun mengambil kebijakan memajukan pariwisata karena daerah punya potensi alam yang mendukung. Apalagi pariwisata juga terbukti ampuh menggerakkan peran serta warga dan menggerakakkan ekonomi.

“Misalnya saja kami gelar kompetisi surfing internasional, karena kami punya potensi pantai dan ombak yang baik. Juga menggelar balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen, yang menyusuri keindahan alam banyuwangi,” kata Anas.

“Dari sisi pemerintahan kami terus memacu reformasi birokrasi salah satunya lewat penyaringan SDM pemerintahan yang ketat sejak awal,” ujar Anas.

Sedangkan terkait Smart Kampung, Anas menjelaskan awalnya dicetuskan oleh Banyuwangi sebagai cara untuk mengatasi problem jarak dan waktu mengingat luas wilayah Banyuwangi yang besar.

“Dengan Smart Kampung kini warga desa yang jaraknya tiga jam dari kota bisa mendapatkan layanan yang cepat dan mudah. Mereka tidak perlu jauh-jauh ke kota hanya untuk mengurus surat administrasi kependudukan,” pungkas Anas. [rin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar