Politik Pemerintahan

Wali Kota Probolinggo Ditantang Debat Terbuka Oleh Warganya

Mulyono SH (berbaju coklat)

Probolinggo (beritajatim.com) – Wali Kota Probolinggo (saat ini menjabat, Habib Hadi Zainal Abidin, red.) mendapat tantangan debat terbuka dari Mulyono SH, seorang lawyer berdarah Madura.

Pria menetap di Jl Mastrip, Kota Probolinggo itu menyatakan niatnya melalui platform media sosial WhatsApp Grup (WAG), pada Rabu (19/8/2020). “Salam buat yang ngaku Walikota Probolinggo kapan debat terbuka dengan saya” cetusnya dikutip dari percakapan Mulyono, dengan anggota WAG lainnya.

Tantangan debat terbuka ini mencuat, setelah beredar foto piagam plus piala dari Pemprov Jawa Timur, untuk Kota Probolinggo. Di dalam piagam tertulis, Kota Probolinggo, terbaik nomor II di Jawa Timur, dalam penilaian penghargaan pembangunan daerah tahun 2020.

Mulyono berharap, prestasi diberikan Provinsi Jawa Timur itu kembali dievaluasi. Sebab menurutnya, sepanjang pemerintahan Wali Kota Hadi Zainal Abidin, beberapa proyek fisik gagal terselesaikan. Seperti pembangunan Pasar Niaga, dan Alun-alun kota setempat. “Saya minta moderator dari pusat. Agar netral,” pungkas Mulyono, saat dihubungi media ini secara pribadi.

Terpisah, Kepala Diskominfo Pemkot Probolinggo, Aman Suryaman menilai, tantangan debat publik terhadap wali kota terlalu berlebihan. “Kalau saya sih ke substansinya apa. Kan semua itu ada alasannya,” kata dia.

Kalaupun ada ketidakpuasan dari masyarakat, lanjut Aman, pemkot sudah banyak memiliki saluran aspirasi. “Kan sudah ada Suara Kota, website e-aspirasi kita juga punya. Sampaikan melalui itu,” lanjutnya.

Demikian juga soal informasi kegiatan kepala daerah dan kebijakan publik. Menurut Aman, wali kota sudah memerintahkan Diskominfo secara terbuka menyampaikan kepada masyarakat. “Gak ada yang ditutupi dari seluruh kegiatan pembangunan. Monggo bisa diikuti di website resmi Pemkot Probolinggo,” pungkasnya.

Terpisah, pembina LSM LIRA Kota Probolinggo, H Ahmad Sholeh, menanggapi positif tantangan debat publik. Menurutnya, untuk kepentingan ilmiah, wali kota seharusnya menerima tantangan Mulyono. “Ini kan soal pemkot yang katanya meraih prestasi,” katanya.

“Saya menilai ini lucu. Pembangunan yang mana yang sukses dilakukan pemkot? Kok tiba-tiba meraih prestasi. Agar tidak membingungkan publik dan bisa menjelaskan indikator yang dilaporkan ke Gubernur Jatim, terima tantangan itu,” katanya.

Sholeh menyebut, dalam tanggapan fraksi LKPJ Wali Kota Probolinggo, beberapa waktu lalu, bayak sorotan yang disampaikan legislatif. “Sekali lagi saran saya hadapi tantangan itu, kalau wali kota biar jelas semua,” pungkasnya. [eko/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar