Politik Pemerintahan

Wali Kota Mojokerto Turun Tangan Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Klenteng

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari melakukan penyemprotan disinfektan di Klenteng Hok Sian Kiong Kota Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari turun tangan langsung dengan melakukan penyemprotan disinfektan di Klenteng Hok Sian Kiong Kota Mojokerto. Langkah Ning Ita (sapaan akrab, red) ini sebagai wujud nyata pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) di tempat-tempat umum, dan peribadatan dilakukan secara serius.

“Jadi kegiatan disinfeksi sudah kita lakukan masif sebenarnya, kurang lebih delapan hari terakhir. Kita lakukan mulai dari sekolah-sekolah, tempat OPD, tempat pelayanan publik, tempat ibadah seperti masjid, dan hari ini klenteng, dan beberapa gereja,” ungkap Ning Ita, Rabu (25/3/2020).

Masih kata Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, penyemprotan disinfektan dilakukan secara masif dan dan bergilir karena ketersediaan disinfektan dan tenaga yang terbatas. Namun saat ini masyarakat sudah mulai melakukan penyemprotan disinfektan dengan cara swadaya untuk mencegah Covid-19.

“Saya imbau masyarakat dalam pencegahan corona, ini bukan hanya tugas pemerintah. Tapi juga masyarakat punya tanggung jawab penuh yang sama untuk bersinergi dengan kita. Supaya corona ini tidak menyebar, sehingga beberapa dilingkungan masyarakat sudah swadaya menyiapkan sendiri disinfeksinya,” harapnya.

Sementara itu, salah satu pengurus Klenteng Hok Sian Kiong, Suryanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembersihan area peribadatan sejak lima hari lalu. “Sejak kita dengar kabar itu (Covid-19, red), kita tutup dan langsung dibersihkan semua karpet-karpet yang di dalam dan disemprot dengan cairan disinfektan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Wakil Ketua Klenteng Hok Sian Kiong, Gede Sidarta Putra menjelaskan, pihaknya juga meliburkan berbagai kegiatan peribadatan maupun hiburan yang ada di Klenteng Hok Sian Kiong. Seperti kebaktian, sembahyang bersama-sama, olahraga dan karaoke yang melibatkan banyak orang.

Hanya saja bagi umat yang masih ingin melaksanakan peribadatan secara pribadi, masih diperbolehkan. Namun semua dilakukan harus dengan mengikuti langkah antisipasi pencegahan virus corona. Yakni mencuci tangan, menggunakan cairan hand sanitizer, dan juga masker saat masuk klenteng.

“Kebaktian diliburkan sementara, sembahyang bersama juga. Itupun sampai batas waktu yang tidak ditentukan, ikut kebijakan pemerintah saja. Hanya diperbolehkan beribadah perorangan, dan kita sediakan hand sanitizer sama harus cuci tangan,” tegasnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar