Politik Pemerintahan

Ciptakan Destinasi Wisata,

Wali Kota Mojokerto Tinjau Pembangunan Pemandian Sekarsari

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari meninjau pembangunan Pemandian Sekarsari. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Rencana pembangunan destinasi wisata di Kota Mojokerto terus dilakukan oleh Wali kota Mojokerto, Ika Puspitasari. Salah satu objek wisata yang menjadi konsentrasi pembangunan adalah Pemandian Sekarsari yang terketak di Jalan Empunala Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Ning Ita (sapaan akrab, red) secara langsung meninjau progres pembangunan yang tengah berlangsung sejak bulan Juni yang lalu dan ditargetkan selesai pada 7 Desember 2020. “Saya hanya ingin memastikan karena kolam renang ini adalah salah satu destinasi buatan yang kita siapkan untuk menjadi satu tujuan wisata di Kota Mojokerto,” ungkapnya, Rabu (9/9/2020).

Masih kata Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, kolam renang di Pemandian Sekarsari tersebut sudah ada sejak 50 tahun yang lalu tapi kondisinya sangat kurang layak sehingga dilakukan revitalasi. Ning ita berharap dengan adanya revitalasi dengan sentuhan modern dan tetap tidak meninggalkan arsitektur atau etnik Mojopahit.

“Nantinya akan menjadi ikon kebanggaan bagi masyarakat khususnya Kota Mojokerto karena memiliki kolam renang yang usianya kurang lebih dari 50 tahun. Saya ingin memastikan proses pembangunannya, apakah sudah sesuai scedul sehingga tidak terjadi hal yang tidak diharapkan dan semua sesuai target, waktu maupun kualitas bangunan,” katanya.

Menurutnya, pembangunan kolam renang Sekarsari tidak jauh berbeda dengan kolam renang pada umumnya, namun kolam renang Sekarsari memiliki kelebihan. Namun, kolam renang Sekarsari akan menjadi salah satu ikon Kota Mojokerto jadi sentuhan etnik Mojopahit tetap ada yang mungkin tidak ada di tempat lain.

“Di kolam renang Sekarsari ini ada ornamen bernuansa Majapahit seperti Tower Tribuana Tunggal Dewi dan Kapal Mojopahit. Tetapi kalau terkait waterboom saya kira dimana-mana itu ada. Ini juga ada kolam renang standar internasional sedalam 1,6 meter, panjang 25 meter sehingga bisa untuk latihan atlet renang,” ujarnya.

Saat ini proses pembangunan kolam renang Sekarsari sudah mencapai 55 persen. Untuk parkirnya bisa menampung 30 mobil dan 70 sepeda motor. Tahun 2020 ini hanya pembangunan kolam renang yang diselesaikan, sementara pembangunan tahap 2 yakni di tahun 2021 adalah pembangunan food court dan landscape.

“Pekerjaan proyek revitalasi Pemandian Sekarsari dilakukan secara dua tahap. Karena memang juga keterbatasan untuk ketersediaan anggaran yang tidak besar. Sehingga harus bisa bagaimana membagi, KKD kita yang terbatas itu untuk kegiatan lain yang juga prioritas.

Nilai kontrak proyek revitalasi Pemandian Sekarsari senilai Rp9.619.816.000 dengan luas 25 meter x 12,5 meter. Adapun, proyek prioritas di Kota Mojokerto yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) ada empat proyek dan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) ada dua proyek.

Dalam membangun destinasi wisata di Kota Mojokerto, selain menyiapkan pembangunan fisik seperti revitalisasi pemandian Sekarsari, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto juga tengah menyiapkan unsur pendukung lainnya. Yakni dengan menyiapkan warga Kota Mojokerto untuk menjadi pemandu wisata melalui berbagai pelatihan yang sudah dilakukan oleh Pemkot Mojokerto.

Seperti pelatihan pemandu wisata branding produk, pemandu wisata kuliner pemula dan profesional, pemandu wisata ecopark budaya, tematik, dan yang baru saja diselenggarakan adalah pelatihan tata kelola destinasi pariwisata. [tin/adv]





Apa Reaksi Anda?

Komentar