Politik Pemerintahan

Wali Kota Mojokerto: Tetap Antisipasi Covid-19 Tapi Jangan Latah

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemkot Mojokerto tak menghentikan kegiatan Cara Free Day (CFD) yang rutin digelar setiap hari Minggu di Jalan Benteng Pancasila (Benpas), Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Hal tersebut berdasarkan petunjuk Gubernur Jawa Timur saat mengumpulkan seluruh Forkopimda Se-Jawa Timur pada, Sabtu (14/3/2020) di Surabaya.

“Saya sampaikan keputusan saya, sesuai petunjuk dari ibu Gubernur Jawa Timur, bahwa kepala daerah diberikan kewenangan untuk jangan langsung menutup (CFD, red), pertimbangkan juga masalah perekonomian. Ada ratusan pedagang kita, itu pusat perekonomian warga Kota Mojokerto,” ungkap Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, Minggu (15/3/2020).

Masih kata Ning Ita (sapaan akrab, red), alasan ekonomi menjadi pertimbangan meski di sejumlah kota besar sudah melakukan lockdown terhadap tempat-tempat umum, seperti sekolah dan keramainan. Menurutnya, jika dilakukan lockdown maka Kota Mojokerto akan mati dan berimbas ke perekonomian di kota dengan tiga kecamatan tersebut.

“Kita jangan latah ikut-ikutan, kita harus memikirkan perekonomian yang harus tetap jalan. Kalau semua saya instruksikan di tutup, kota ini akan mati. Toh, secara nasional belum ada instruksi untuk lockdown. Pemkot selama ini terus melakukan pengawasan sesuai SOP dalam memonitoring warga,” katanya.

Pemantauan warga yang masuk kriteria Orang Dalam Resiko (ODR), Orang Dalam Pantauan (ODP), maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Mojokerto dilakukan selama 24 jam. Menghindari bertambahnya ODR di Kota Mojokerto, pemilik pusat-pusat keramaian, maupun perdagangan yang ada tenaga kerja yang bersifat pengumpulan massa bisa bersinergi dengan menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer.

“Saat ini ada 34 orang yang ODR, tapi 18 orang sudah bebas. Masih tersisa 16 orang, tiga diantaranya ODP dan selama 14 hari terus dalam pantauan kita. Kita juga tegaskan dan perkuat beberapa dinas terkait untuk menjalankan SOP. Bagi siapa saja yang memasuki area keramaian agar cuci tangan. Semoga Mojokerto ke depan aman, dan bersinergi memperkuat antisipasi corona yang masuk ke Mojokerto,” ujarnya.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menambahkan, pada CFD pada, Minggu (15/3/2020), Pemkot Mojokerto menempatkan tiga mobil tangki air dan sabun sanitizer antiseptik. Terkait kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Wali Kota Mojokerto juga sudah membuat Surat Edaran yang diterbitkan sejak 4 Maret 2020 lalu.

“Tadi pagi, di CFD Benpas ada 3 mobil tangki air dan sabun sanitizer antiseptik agar seluruh pengunjung maupun pedagang bisa melakukan cuci tangan di sana. Kita himbau juga warga yang kurang sehat untuk menggunakan masker dan segera memeriksakan diri ke tempat layanan kesehatan terdekat,” pungkasnya.[tin]





Apa Reaksi Anda?

Komentar