Politik Pemerintahan

Wali Kota Mojokerto Survei Kajian Kelayakan Pembentukan BUMD Baru

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Guna meningkatkan kesejahteraan warga Kota Mojokerto, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto berencana membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru, yaitu BUMD Aneka Usaha. Usaha ini diawali dengan bekerja sama Pusat Pengembangan Otonomi Daerah (PPOTODA) Universitas Brawijaya.

Pembentukan BUMD Aneka Usaha juga merupakan tidak lanjut dari misi keempat program pembangunan dibawah kepemimpinan Ning Ita-Cak Rizal, yaitu mewujudkan ekonomi daerah yang mandiri, berdaya saing, berkeadilan dan berbasis pada ekonomi kerakyatan melalui peningkatan fasilitas pembangunan infrastruktur daerah.

BUMD baru ini akan bergerak dalam bidang perdagangan dan jasa. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari yang akrab disapa Ning Ita ini menyampaikan tujuan dibentuknya BUMD Aneka Usaha adalah untuk mengoptimalkan pengelolaan aset yang ada di Kota Mojokerto.

“Sebentar lagi akan dibangun Sky Walk, Rest Area, wisata susur sungai pemandian Sekar Sari, kalau aset-aset tersebut dikelola oleh OPD hasilnya kurang optimal. Kota Mojokerto tidak memiliki SDM, sehingga dibutuhkan lembaga yang berfungsi untuk mengamankan distribusi dan ketersediaan pangan yang bisa terlibat secara langsung,” ungkapnya, Jumat (26/6/2020).

Karena, lanjut Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, selama ini intervensi pemerintah hanya bisa melakukan operasi pasar untuk mengontrol harga bahan pangan. Tujuan ketiga adalah BUMD Aneka Usaha sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Mojokerto.

“Karena tidak mungkin hanya mengandalkan transfer dana dari Pemerintah Pusat. Warga dapat berpartisipasi dengan mengisi survey dalam https://bit.ly/surveibumdmjk. Melalui link tersebut warga akan diminta menjawab beberapa pertanyaan terkait bentuk BUMD yang baru,” jelasnya.

Dalam pembentukan BUMD yang baru tersebut, ia berharap masyarakat turut serta partisipasi dalam menentukan BUMD seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan warga Kota Mojokerto. Dari hasil survey tersebut Pemkot Mojokerto bersama tim PPOTODA akan menyimpulkan bentuk BUMD baru sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Mojokerto.

Dengan adanya BUMD yang baru nanti diharapkan akan mampu mendongkrak PAD Kota Mojokerto. Sehingga diharapkan makin tinggi PAD semakin baik pula kesejahteraan dan pembangunan di Kota Mojokerto dengan tiga Kecamatan tersebut.

“Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi survey tidak lama, paling hanya 10 sampai 15 menit, semakin banyak warga yang mengisi survey makin banyak informasi yang akan diperoleh tim dari PPOTODA,” ujarnya.

Menutup penjelasannya, Ning Ita berpesan agar warga kota Mojokerto tidak hanya mengisi survey, tetapi juga memanfaatkan jejaring sosial untuk menyebarluaskan link survey. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar