Politik Pemerintahan

Wali Kota Mojokerto Sidak Pasar Tradisional, Harga Komoditas Sayur dan Bumbu Dapur Naik

Foto/ilustrasi

Mojokerto (beritajatim.com) – Jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru), Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional Tanjung Anyar, Kota Mojokerto. Dari hasil sidak diketahui, harga komoditas sayur serta bumbu dapur mulai merangkak naik.

Kenaikan harga komoditas sayur dan bumbu dapur tersebut disebabkan tingginya daya beli masyarakat jelang perayaan Nataru. Sejumlah komoditas bumbu dapur yang mengalami kenaikan diantaranya yakni cabai rawit. Dari sebelumnya Rp30 ribu per kilogram, kini mencapai Rp36 ribu per kilogram.

Cabai merah besar, dari Rp20 ribu per kilogram menjadi Rp32 ribu per kilogram. Sedangkan bawang merah dari Rp25 ribu per kilogram menjadi Rp32 ribu per kilogram. Kenaikan harga yang paling menonjol terjadi pada komoditas kentang. Dari Rp10 ribu per kilogram menjadi Rp14 ribu per kilogram.

Sedangkan untuk wortel, bunga kol serta komoditas sayur lainnya relatif stabil, meski ada kenaikan. Sidak tersebut dilakukan Ning Ita (sapaan akrab, red) dalam rangka memantau harga sejumlah kebutuhan pokok jelang libur Nataru.

“Kenaikan ini baru terjadi sejak tiga hari terakhir. Kalau penyebabnya karena mungkin jelang natal sama tahun baru ini, jadi harga-harga mulai mengalami kenaikan,” ungkap salah satu pedagang Pasar Tanjung Anyar, Astria Wijayanti (29), Jumat (20/12/2019).

Pedagang asal kelurahan Gedongan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini menuturkan, kenaikan harga sejumlah komoditas sayur dan bumbu dapur ini bukan lantaran stok di pasar yang menurun. Karena pasokan sayur dan bumbu dapur baik dari petani maupun distributor sangat lancar.

“Kalau pasokannya lancar, tidak ada kendala, stoknya juga cukup banyak. Ya mungkin karena menjelang Natal saja. Tapi meski naik juga tidak terlalu berdampak, karena omzet penjualan juga tidak banyak berkurang. Karena bumbu dapur sudah jadi kebutuhan sehingga masih banyak yang beli,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ita Puspitasari menyebut, jika kenaikan harga sejumlah komoditas sayur dan bumbu dapur di Pasar Tanjung Anyar tersebut masih dalam batas kewajaran. “Kenaikan ini hanya dipicu persoalan momentum jelang perayaan Nataru,” katanya.

Masih kata Wali Kota Perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, setiap jelang perayaan Nataru, bisa dipastikan harga kebutuhan dapur hampir rata-rata ada kenaikan. Meskipun ada beberapa yang stabil. Misalnya daging sapi, harga ayam dan telur masih stabil.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar