Politik Pemerintahan

Wali Kota Mojokerto Serahkan 24 Hewan Kurban ke Panitia Idul Adha

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari didampingi Wakil Wali Kota Mojokerto, Achmad Rizal Zakaria menyerahkan 24 hewan kurban kepada panitia Idul Adha. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dalam kondisi pandemi Covid-19, tidak menyurutkan bagi Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto untuk berbagi kepada sesama. Terbukti, ada 24 hewan kurban yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, kepada panitia Idul Adha, Jumat (31/7/2020).

Hewan-hewan kurban tersebut, merupakan hasil iuran bersama seluruh anggota Korpri Kota Mojokerto dan DPRD Kota Mojokerto. Sebanyak 24 hewan kurban tersebut terdiri dari 15 ekor kambing dan sembilan ekor sapi, yang nantinya akan disalurkan kepada masjid, pondok pesantren, sekolah, yayasan, panti asuhan dan masih banyak lainnya.

“Di tengah kondisi pandemi seperti ini, kami harus memperhatikan betul protokol kesehatannya. Mulai dari kondisi hewan kurban, tempat penyembelihan sesuai dengan aturan hingga penyaluran hewan kurban. Semunya harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat agar aman bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ning Ita (sapaan akrab, red), yang juga sebagai Penasehat Dewan Pengurus Korpri Kota Mojokerto meminta kepada seluruh masyarakat agar melaksanakan penyembelihan melalui Rumah Potong Hewan (RPH) setempat. Hal ini, tidak lepas dari peraturan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Ditjen PKH yang menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 0008 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban Dalam Situasi Wabah Bencana Nonalam Corona Virus Disease (Covid-19).

“Pemerintah berupaya menjamin keamanan dan kelayakan daging kurban dalam pelaksanaan ibadah kurban Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah. Dalam surat edaran tersebut telah diatur tentang mitigasi risiko atau tindakan untuk mencegah dan meminimalkan penularan Covid-19 dalam pelaksanaan kegiatan kurban di tempat penjualan serta pemotongan hewan kurban dan mengatur fasilitas pemotongan di RPH,” jelasnya.

Namun, lanjut Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, jika RPH telah melebihi kapasitas dan tidak dapat menampung untuk penyembelihan hewan kurban, maka diperbolehkan melaksanakan penyembelihan di musala, masjid atau lainnya namun tetap berpedoman pada protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Sehingga masyarakat aman dari penularan virus Covid-19.

“Momentum ini, merupakan wujud kebersamaan kami pemerintah daerah bersama masyarakat dalam menjunjung tinggi nilai-nilai religi atas dasar kasih sayang dan toleransi antar umat beragama. Dengan semangat Idul Kurban 1441 Hijriyah, Korpri Kota Mojokerto siap meningkatkan produktifitas perekonomian masyarakat pada massa pandemi Covid-19, new normal, menuju Kota Mojokerto yang berdaya saing, mandiri, demokratis, adil makmur, sejahtera dan bermartab,” tegasnya. [tin/adv]





Apa Reaksi Anda?

Komentar