Politik Pemerintahan

Wali Kota Mojokerto Sambangi Warga Terkena Puting Beliung

Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyambangi korban angin puting beliung di Lingkungan Gunung Anyar RT 6 Kelurahan Gunung Gedangan Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto. Ning Ita (sapaan akrab, red) memastikan korban terdampak sudah mendapatkan bantuan dan meminta semua waspada terhadap cuaca ektrim.

Kepala Kelurahan Gunung Gedangan, M Fatoni mengatakan angin puting beliung terjadi pada, Rabu (1/1/2020) sekira pukul 18.00 WIB.

“Tadi malam magrib, warga langsung kerja bakti. Ada tujuh rumah, semua bagian atap yang kena angin. Kerusakan sekitar 10 persen,” ungkapnya, Kamis (2/1/2020).

Masih kata Fatoni, dari tujuh rumah tersebut, satu rumah diantaranya atap terbuat dari asbes. Sebanyak lima asbes hilang terbawa angin. Menurutnya, kejadian yang sama pernah terjadi di tahun 2017 lalu dengan kerusakan yang cukup parah, namun rumah warga yang terdampak di RT 7.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari yang menyapa warga terdampak angin puting beliung meminta agar semua pihak mewaspadai jika kondisi cuaca ekstrim. “Untuk longsor kemungkinan tidak ada, minim di kota daripada kabupaten. Ketakutan seperti terjadi di Pemkab serta alun-alun kemarin (angin puting beliung),” katanya.

Ning Ita (sapaan akrab, red) menegaskan, pihaknya mengantisipasi bencana angin karena kecendrungan terjadi di daerah yang tidak ada bangunan khususnya angin puting beliung. Seperti yang terjadi di Pemkab Mojokerto beberapa waktu lalu, karena di sampingnya ada Alun-alun Kota Mojokerto. Seperti di Kelurahan Gunung Gedangan ini.

“Seperti disini, di sebelah ada area persawahan. Artinya masyarakat harus mendapat pembekalan apalagi Gunung Gedangan sudah dikukuhkan sebagai kampung siaga bencana. Artinya warga lebih siap, tentang bencana manusia beriktiar namun semua kembali ke Allah mana yang diturunkan bencana. Antisipasi sudah dilakukan,” ujarnya.

Contoh banjir, tegas Ning Ita, perbaikan biopori dan drainase. Menurutnya, Kota Mojokerto secara topografi adalah daerah cekungan, dibanding daerah sekitar. Dimana daerah cekungan air memilih daerah lebih rendah. Namun selama ini, genangan air setelah adanya biopori cepat meresap selain juga susah memaksimalkan sumur pompa.

“Perbaikan drainase menuju Kali Sadar susah dilakukan, Pemerintah Provinsi melalui BBWS juga sudah melakukan normalisasi Kali Sadar. Kita sudah melakukan antisipasi mulai dari hulu ke hilir,” tegasnya.

Usai menyambangi korban angin puting beliung di Lingkungan Gunung Anyar RT 6, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, rombongan orang nomor satu di Kota Mojokerto ini menyambangi korban kebakaran di Jalan Panderman, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar