Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Apel Gelar Pasukan

Wali Kota Mojokerto: Penanganan Bencana Harus Perhatikan Protokol Kesehatan

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dalam Apel Gelar Pasukan dalam Rangka Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Tahun 2021. [Foto : istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Apel Gelar Pasukan dalam Rangka Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Tahun 2021 digelar di depan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Senin (25/10/2021). Wali Kota Mojokerto meminta agar peserta apel dalam penanganan bencana juga harus memperhatikan protokol kesehatan.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, sejak tahun 2020 bangsa Indonesia dihadapkan pada berbagai bencana baik bencana alam maupun non-alam berupa pandemi Covid-19. Sehingga dalam penanganan bencana tersebut selain memperhatikan faktor evakuasi korban bencana alam juga harus memperhatikan protokol kesehatan.

“Agar dalam penanganannya tidak menimbulkan kluster baru penyebaran Covid-19. Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di pulau Jawa yang sering dilanda bencana khususnya bencana alam hidrome teorologi, hal ini disebabkan karena wilayah Jawa Timur berada pada dua aliran sungai besar yaitu Sungai Bengawan Solo dan Sungai Brantas,” ungkapnya.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat, sejak tanggal 1 Januari sampai 19 Maret 2021 telah terjadi 258 bencana banjir di wilayah Jawa Timur. Apel digelar dalam rangka mempersiapkan seluruh potensi baik Sumber Daya Manusia (SDM) maupun peralatan yang akan dipergunakan untuk antisipasi dalam rangka menghadapi bencana alam tahun 2021 di wilayah Jawa Timur.

“Selain itu, pelaksanaan apel ini merupakan momentum yang tepat bagi satuan pelaksana penanggulangan bencana untuk melakukan sinergi dan konsolidasi, serta kita tahu bahwa bencana alam merupakan sesuatu yang sulit diprediksi. Namun kita bisa melakukan antisipasi untuk meminimalisir dampak-dampak yang akan timbul dari bencana tersebut,” katanya.

Pelaksanaan apel tersebut, lanjut Ning Ita (sapaan akrab, red), juga menjadi bukti komitmen bersama dalam rangka ke siapsiagaan menghadapi bencana alam serta untuk memberikan bantuan secara optimal kepada masyarakat yang terdampak bencana yang telah disesuaikan dengan protokol kesehatan. Sehingga diharapkan penanganan bencana alam tidak menjadi kluster baru dalam penyebaran Covid-19.

“Ada beberapa yang saya tekankan, tingkatkan sinergitas antar stakeholder baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam rangka upaya pencegahan, mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Satuan tugas agar menyiapkan mental dan fisik yang prima serta dilandasi komitmen moral yang tinggi dan disiplin kerja yang tingg, hindari ego sektoral dalam penanganan bencana alam,” ujarnya.

Wali Kota pertama di Kota Mojokerto ini ini menambahkan, agar meaksanakan pelatihan secara intens dan terpadu terhadap personel yang akan ditugaskan sehingga mereka siap dalam menjalankan tugas. Serta melakukan pengecekan secara intens dan berkala terhadap seluruh peralatan SAR yang dimiliki oleh masing-masing instansi agar peralatan tersebut siap pakai pada saat dibutuhkan dalam penanggulangan bencana alam.

“Jaga kesehatan dan tetap pedomani protokol kesehatan dalam pelaksanaan tugas agar para anggota yang bertugas di lapangan dapat menjalankan tugas secara optimal. Semoga Tuhan YMK senantiasa memberikan bimbingan dan perlindungannya kepada kita semua, dalam melanjutkan tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” tegasnya. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati

Unik dan Lucu, Lomba Sugar Glider di Surabaya

Aryo Seno Bicara Organisasi Sayap PDI Perjuangan