Politik Pemerintahan

Wali Kota Mojokerto Mulai Sosialisasikan Penerapan PPKM

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari bersama forkopimda Kota Mojokerto saat sosialisasi penerapan PPKM di Kampung Tangguh Semeru di Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Mojokerto akan dilaksanakan pada tanggal 15 sampai 28 Januari 2021. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto Nomor 443.33/183/417.508/2021 tanggal 12 Januari 2021.

Dalam rangka sosialisasi SE tersebut, Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama jajaran Forkopimda Kota Mojokerto meninjau Kampung Tangguh Semeru di Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Turut hadir dalam sosialisasi, Wakil Wali, Ketua DPRD Kapolresta, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) dan perwakilan Dandim 0815 Mojokerto.

“Per tanggal 11 Januari 2021 Kota Mojokerto kembali menjadi zona merah. Sebagaimana data per tanggal 12 Januari 2021 jumlah terkonfirmasi positif sebanyak 1.513 orang. Tingkat kesembuhan sebanyak 1.174 orang dan jumlah pasien yang meninggal sebanyak 107 orang,” ungkapnya, Rabu (13/1/2021).

Masih kata Ning Ita (sapaan akrab, red), sebagaimana Inmendagri Nomor 1 Tahun 2021, Kota Mojokerto telah memenuhi unsur penerapan PPKM. Yakni, tingkat kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional; tingkat kesembuhan di bawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional; tingkat kasus aktif di atas rata-rata tingkat kasus aktif nasional.

Serta tingkat keterisian tempat tidur Rumah Sakit (Bed Occupation Room/BOR) untuk Intensive Care Unit (ICU) dan ruang isolasi di atas 70 persen. Sehingga sosialisasi dilakukan di hadapan pengurus Kampung Tangguh Semeru (KTS) Kelurahan Wates. Terdiri dari, anggota PKK kelurahan, Kasi kelurahan, RT, RW, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

“Hal-hal yang perlu menjadi perhatian masyarakat semua adalah pelaksanaan 4 M wajib diperketat. Yaitu, menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Kegiatan belajar mengajar di semua lembaga pendidikan seluruhnya dilakukan secara daring,” katanya.

Kegiatan di tempat-tempat ibadah hanya diperbolehkan 50 persen dari kapasitas tempat ibadah. Kegiatan perkantoran akan menerapkan perpaduan bekerja dari rumah dan bekerja di kantor. Protokol kesehatan diterapkan dengan ketat, tanpa mengganggu kegiatan pelayanan publik bagi kantor-kantor yang memberikan pelayan pada masyarakat.

“Mohon menjadi perhatian karena tidak taat pada peraturan akan berimplikasi terhadap sanksi. Saya mengimbau mari semakin waspada. Tidak perlu takut kepada pasien yang terpapar Covid-19. Tapi, kewaspadaan dan pemahaman terhadap penerapan 4M yang akan menjadi benteng penyelamat bagi diri kita untuk tetap sehat, tidak terpapar Covid-19,” ujarnya.

Lebih lanjut Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto menyampaikan bahwa, ketaatan masyarakat adalah kunci bagi stakeholder untuk bisa menegakkan aturan dengan baik. Segala yang ditetapkan oleh pemerintah akan menjadi efektif jika seluruh masyarakat sadar, paham bahwa tujuan dari peraturan ini adalah untuk menjaga keselamatan warga.

“Jumlah yang terpapar semakin banyak, jumlah yang meninggal juga semakin banyak. Bantu kami agar tugas dan tanggung jawab yang kami emban menjadi lebih ringan dengan kesadaran dan kepahaman masyarakat semua. Peraturan akan efektif jika masyarakat punya komitment untuk membantu dalam pengendalian Covid-19 yang ada di Kota Mojokerto,” pungkasnya. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar