Politik Pemerintahan

Wali Kota Mojokerto Kenalkan Hasil Karya Pelaku Usaha Mikro ke Gubernur Jatim

Gubenur Jawa Timur didampingi Wali Kota Mojokerto mengunjungi para pelaku usaha mikro. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Salah satu upaya untuk bangkit dari dampak pandemi Covid-19 adalah menggerakkan kembali roda perekonomian daerah, salah satu para pelaku usaha mikro. Kepada Gubernur Jawa Timur, Wali Kota memperkenalkan hasil karya pelaku usaha mikro di Kota Mojokerto.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berkunjung Kota Mojokerto dalam rangka sosialisasi gerakan Jatim Bermasker. Moment tersebut dimanfaatkan oleh Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari untuk memperkenalkan hasil karya para pelaku usaha mikro yang ada di Kota Mojokerto.

Usai gowes menyapa warga Kota Mojokerto dan membagikan masker, Bertempat di gedung raw material, Gubenur bersama Wali Kota meninjau beberapa program kemandirian pangan yang tengah dijalankan oleh pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto. Yaitu pertanian dan perikanan organik.

Usia meninjau beberapa program kemandirian pangan, Gubenur diajak mengunjungi gedung workshop industri alas kaki. Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini melihat secara langsung proses produksi serta hasil karya para pelaku usaha mikro Kota Mojokerto.

Seperti pembuatan masker dan Alat Pelindung Diri (APD), kerajinan bordir dan batik. Produk pangan juga turut menjadi perhatian khofifah seperti frozen food yang diolah dari hasil peternakan dan perikanan organik serta berbagai makanan olahan dari daun kelor dan minuman tradisional.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, para pelaku industri alas kaki yang menjadi andalan di Kota Mojokerto terdampak akibat pandemi Covid-19. “Khususnya terkait UMKM para pengrajin industri alas kaki 100 persen terdampak. Kami memberikan pelatihan, ada 23 jenis pelatihan yang kami berikan secara masiv,” ungkapnya, Minggu (30/8/2020).

Dimana, lanjut Ning Ita (sapaan akrab, red), pelatihan tersebut adalah transformasi. Dimana para pelaku industri yang berusaha di bidang alas kaki dialihkan kepada usaha lain yang saat ini tidak terdampak seperti makanan, minuman, pembuatan APD dan lainnya.

“Pelaku usaha mikro adalah penggerak ekonomi kerakyatan. Untuk itu dalam penanganan dampak ekonomi di Kota Mojokerto, pemerintah telah menggandeng beberapa sektor BUMN dan BUMD maupun bantuan dari Kemensos untuk ketahanan pangan budi daya ikan unggas,budi daya ikan dan budi daya sayuran,” katanya.

Sementara itu, Gubenur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, bahwa selain menerapkan protokol kesehatan untuk mengatasi pandemi Covid-19 sektor ekonomi juga menjadi salah satu perhatian. “Ada upaya yang harus terus diseiringkan antara menjalankan protokol kesehatan dengan upaya menggerakkan sektor ekonomi,” jelasnya.

Khofifah menambahkan bahwa pada masa pandemi sektor agro di Jawa Timur mengalami kenaikan. Oleh karena itu sektor agro baik pertanian, perikanan, peternakan harus didorong untuk mendapat ruang yang lebih strategis lagi. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar