Politik Pemerintahan

Hadirkan Narasumber Lintas Negara

Wali Kota Mojokerto Jelaskan Skema New Normal

Wali Kota Mojokerto dalam acara Web-seminar (Webinar) Forum Kota Mojokerto Sehat di Ruang Nusantara, Kantor Pemkot Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus melakukan upaya dalam menghadapi kondisi pandemi Covid-19, tak terkecuali dalam menyiapkan skema new normal atau tatanan hidup baru bagi masyarakat. Ada formula-formula baru yang dikemas dalam menyiapkan masyarakat dalam menghadapi tatanan hidup baru yang produktif dan aman dari Covid-19.

Salah satunya dengan menggelar Web-seminar (Webinar) Forum Kota Mojokerto Sehat di Ruang Nusantara, Kantor Pemkot Mojokerto. Dengan mengangkat tema Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dan Komitmen Bersama Pemerintah dalam Adaptasi selama Pandemi Covid-19 menuju New Normal, turut menghadirkan narasumber dari tiga negara.

Yakni Pelaksana Fungsi Penerapan Sosial Budaya 1 KBRI Abu Dhabi UEA, Nur Ibrahim, Perawat di Emergency Room Al -Adan Hospital Kuwait, Zulkifli Abdullah Usin dan seorang mahasiswa dari Universitas Islam Madinah KSA, M Haris Lutfhi. Hadir juga Koordinator Tatanan Kehidupan Sosial Sehat Mandiri Forum Mojokerto Kota Sehat, dr Windu Santoso dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, Christiana Indah Wahyu.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, Pemkot Mojokerto selama kondisi Covid-19 telah menganalisa penyebaran virus yang terus merambat naik setiap harinya. Ada tiga hal yang mendorong penyebaran virus berkembang dengan cepat. “Pertama, kondisi wilayah Kota Mojokerto yang merupakan kota terkecil di Indonesia, dikelilingi oleh daerah-daerah yang terlebih dahulu berstatus zona merah,” ungkapnya, Rabu (17/6/2020).

Awalnya Kota Mojokerto berstatus zona kuning, namun tingginya mobilitas masyarakat dari dan ke daerah zona merah, masih cukup tinggi terutama menjelang hari Raya Idul Fitri. Ditambah lagi munculnya klaster baru dari Orang Tanpa Gejala (OTG), membuat angka terus merambat naik. Confirm positif di Kota Mojokerto, terjadi karena transmisi lokal munculnya klaster baru.

“Sehingga jumlah konfirmasi positif meningkat secara tajam menjelang lebaran sampai dengan saat ini dan didominasi oleh OTG. Penyebaran virus yang terjadi di wilayah Kota Mojokerto, secara tidak langsung membawa dampak yang cukup signifikan di segala elemen masyarakat. Mulai dari dampak kesehatan, ekonomi, sosial budaya,” ujarnya.

Di sektor politik, tegas Ning Ita (sapaan akrab, red), gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang harusnya diselenggarakan pada tahun 2020 ini harus dipending terlebih dahulu. Selain itu, kegiatan prioritas pemerintah daerah yang mengharuskan terjadinya refocusing kegiatan untuk percepatan penanganan Covid-19.

“Dan dampak terakhir dirasakan pada sektor pendidikan, yang mengharuskan anak-anak kami melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara virtual di rumah masing-masing. Dalam penanggulangan percepatan penanganan Covid-19 dibutuhkan peran aktif masyarakat menghadapi tatanan hidup baru atau new normal,” tuturnya.

Seperti menciptakan Kampung Tangguh, Kampung Mantab dan Kampung Aman dalam tatanan new normal produktif aman Covid-19. Selain itu, menerbitkan Peraturan Wali Kota Tentang SOP Protokol Kesehatan yang meliputi tujuh sektor (perhubungan, kesehatan, perdagangan, pendidikan, pariwisata, perekonomian dan pelayanan publik).

“Dan formula terakhir adalah meningkatkan ekonomi masyarakat dengan mendorong produktifitas kreatifitas masyarakat dan disiplin protokol kesehatan dengan penuh kesadaran serta tanggung jawab. Untuk itu, kita harus menang melawan Covid-19 dengan disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Penuh rasa tanggung jawab demi mewujudkan Kota Mojokerto yang berdaya saing, mandiri, demokratis, adil, makmur, sejahtera dan bermartabat,” tegasnya. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar