Politik Pemerintahan

Wali Kota Mojokerto Imbau Masyarakat Cuci Tangan dan Tak Panik Borong Barang

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat memberikan himbauan kepada pedagang Pasar Tanjung Anyar terkait cuci tangan. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengimbau kepada para pedagang dan pengunjung Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto untuk cuci tangan dan tak panik borong barang. Hal ini dilakukan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga kebutuhan bahan pokok jelang Ramadan di Pasar tradisional terbesar di Kota Mojokerto.

Ning Ita (panggilan akrab, red) memberikan imbauan kepada para pedagang dan pengunjung pasar untuk tetap waspada terhadap penyebaran virus corona (Covid-19). Untuk itu, selain penyemprotan yang dimotori oleh pemerintah daerah, ia berharap warga mampu melakukan penyemprotan secara mandiri di lingkungan masing-masing.

“Kami terus lakukan penyemprotan secara bertahap di seluruh area publik. Dan kami mohon kerjasamanya kepada masyarakat agar melakukan penyemprotan secara mandiri. Para pedagang dan pengunjung pasar agar tidak panik dan tetap waspada,” ungkapnya, Rabu (25/3/2020).

Kendati penyebaran virus corona telah masuk ke Indonesia, Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini berharap, masyarakat tidak membeli barang-barang dengan jumlah yang berlebihan. Menurutnya, sejumlah harga bahan pokok di Kota Mojokerto jelang bulan Ramadan masih stabil.

“Saat ini, harga-harga kebutuhan pokok masih stabil ya. Mungkin, yang harganya melonjak tinggi cuma gula dan cabai saja. Selebihnya masih normal. Untuk itu, saya berpesan kepada masyarakat agar tidak panik dan belanja berlebihan,” tegasnya.

Tak berhenti di Pasar Tanjung Anyar, Ning Ita juga meninjau beberapa Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Di antaranya Puskesmas Kedundung, Puskesmas Blooto dan RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo. Di tempat itu, Ning Ita melihat kondisi dan fasilitas penunjang sekaligus persiapan para tenaga medis dalam menangani pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kami mau membuat beberapa unit tempat screening untuk sterilisasi, selain cuci tangan dengan sabun dan penggunaan hand sanitizer. Semoga, ikhtiar kami semua ini dapat mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Mojokerto,” tegasnya. [tin/adv]





Apa Reaksi Anda?

Komentar