Politik Pemerintahan

Wali Kota Mojokerto Gencarkan Sosialisasi Tatanan Normal Baru dan Sanksi Pelanggar

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dalam rapat yang digelar di ruang rapat Nusantara Pemkot Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Menindaklanjuti penanganan Covid-19 di Kota Mojokerto, Tim Gugus Tugas mengadakan Rapat Analisa dan Evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jumat (10/7/2020). Rapat yang digelar di ruang rapat Nusantara Pemkot Mojokerto dipimpin Wali kota Mojokerto, Ika Puspitasari.

Ning Ita (sapaan akrab, red) yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto didampingi oleh Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi, Dandim 0815 Mojokerto yang diwakili Kasdim Mayor INF MJ Arifin, Ketua DPRD Sunarto, Wakil Walikota Achmad Rizal Zakaria dan Sekdakot Mojokerto, Harlistyati.

Dalam rapat evaluasi tersebut dibahas tentang Perwali Nomor 55 yang merupakan perubahan dari Perwali Nomor 47 diantaranya penambahan pada pasal 13 yaitu tentang pembatasan kapasitas ruangan yaitu maksimal 30 persen dari kapasitas ruangan. Pada Perwali Nomor 55 juga disampaikan tentang kunjungan dari luar daerah yang harus disertai dengan hasil negatif tes PCR atau hasil non reaktif rapid test.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono mengatakan, dalam Perwali Nomor 47 dinilai kurang tegas dalam memberikan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan. Maka dalam Perwali 55 dipertegas dengan pemberian sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan, seperti bagi yang tidak bermasker akan dikenai sanksi berupa kerja sosial atau denda sebesar Rp200 ribu.

“Sedangkan bagi para pelaku usaha bila melanggar, sanksi yang diberikan berupa tindakan paksa seperti pembatasan kegiatan usaha, penutupan sementara dan pembubaran kegiatan. Penyitaan KTP, pencabutan izin usaha, denda administratif dan kerja sosial,” ungkapnya.

Dalam pengarahannya, Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menyampaikan, akan memperpanjang masa sosialisasi terkait tatanan normal baru di Kota Mojokerto hingga dua minggu ke depan. Lebih lanjut Ning Ita menyampaikan dalam sosialisasi dan evaluasi tatanan normal baru, Tim Gugus Tugas bisa bersinergi dengan Kampung Tangguh.

“Tim Gugus Tugas bisa memanfaatkan Kampung Tangguh dengan Camat sebagai koordinatornya. Jumlah pelaku ekonomi kreatif di Kota Mojokerto sangat banyak, tidak mungkin sosialisasi dilakukan dengan door to door, jadi mereka bisa dikumpulkan bersama-sama dan dibagi dalam beberapa lokasi sehingga sosialisasi dapat selesai, tidak membutuhkan waktu yang lama,” katanya.

Menutup pengarahannya, Ning Ita menyampaikan bahwa untuk tempat-tempat yang padat seperti pasar tanjung akan dilakukan kajian lebih lanjut dalam penerapan tatanan normal baru. Sosialisasi juga akan terus dilakukan seperti pemasangan baliho dengan dengan konten yang singkat dan menarik serta himbauan dalam bentuk rekaman. [tin/adv]





Apa Reaksi Anda?

Komentar