Politik Pemerintahan

Wali Kota Mojokerto Bersama Forkopimda Resmikan Rumah Ibadah Tangguh

Mojokerto (beritajatim.com) – Di tengah gencarnya sosialisasi dan evaluasi penerapan protokol  kesehatan yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas, Wali kota Mojokerto meninjau penerapan protokol kesehatan dalam melaksanakan ibadah. Ada tiga rumah ibadah di Kota Mojokerto diresmikan sebagai Rumah Ibadah Tangguh.

Yakni Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok Sian Kiong di Jalan PB Sudirman sebagai Klenteng Tangguh, Masjid Al Fatah Alun-alun sebagai Masjid Tangguh dan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Rock Ministry di Jalan Majapahit sebagai Gereja Tangguh. Peresmian ini ditandai dengan penyerahan Sertifikasi Layak Operasi (SLO) kepada pengurus rumah ibadah.

Beberapa tempat ibadah yang diresmikan hari ini dinilai telah memenuhi protokol kesehatan. Seperti penandaan tempat ibadah, penyediaan disinfektan, hand sanitizer, tempat cuci tangan dan thermogun serta pemisahan antara pintu masuk dan keluar.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, selama hampir empat bulan beribadah di rumah masing-masing dengan tatanan normal baru, mulai sekarang jamaah bisa beribadah lagi di rumah rumah ibadah. “Di dalam pelaksanaan ibadah di rumah ibadah bisa seperti sedia kala tetapi harus sesuai protokol kesehatan,” ungkapnya.

Salah satunya, lanjut Ning Ita (sapaan akrab, red), jamaah yang hadir 30 persen dari kapasitas maksimal. Di tengah pandemi Covid-19, warga Kota Mojokerto harus terus menjalin kerukunan antar umat beragama, semangat kebersamaan gotong royong, tetap terjalin tidak pandang siapa, semua saling membantu.

“Kalau sebelum pandemi, ini bisa terlihat ketika ada pawai budaya lintas agama. Namun di tengah pandemi saat ini, saya harap kepedulian antar umat beragama bisa tetap terjalin dengan saling memberi empati kepada sesama.meski sudah diberi sertifikat tetap ada pengawasan dari tim gugus tugas,” katanya.

Ketika dinilai tidak melaksanakan protokol kesehatan, maka lanjut Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, SLO bisa dicabut. Dengan diberikan SLO kepada tiga rumah ibadah tersebut semoga bisa menjadi contoh untuk rumah-rumah ibadah yang lain.

“Para pemuka agama terus mensosialisasikan protokol kesehatan kepada pada jamaah masing-masing, karena taat dan disiplin adalah kunci untuk menekan peningkatan Covid-19,” tegasnya.

Turut hadir Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi, Dandim 0815 Mojokerto, Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto. [tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar