Politik Pemerintahan

Wali Kota Mojokerto Berikan Ramuan Herbal Probiotik di Kampung Tangguh

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat mengunjungi Kampung Tangguh. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau beberapa Kampung Tangguh. Wali Kota juga memberikan ramuan herbal probiotik untuk dikonsumsi masyarakat yang ada di Kampung Tangguh tersebut.

Tidak hanya ramuan herbal yang terbukti dapat menyembuhkan pasien Covid-19, sekaligus mampu menjaga daya tahan tubuh, juga dibagikan masker serta hand sanitizer. Ini dilakukan sebagai upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto bersama TNI/Polri dalam menekan angka kenaikan pasien terkonfirmasi positif.

Selain memberikan ramuan herbal probiotik, masker dan hand sanitizer, masyarakat di Kampung Tangguh juga diberikan motivasi. Kampung Tangguh yang mendapat peninjauan tersebut yakni Kampung Tangguh di Kelurahan Mentikan dan Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon dan Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari.

“Hari ini, kami ingin melihat secara langsung bagaimana kondisi, situasi kampung tangguh di masyarakat. Sekaligus, memberikan motivasi agar mereka jangan menyerah dalam melawan Covid-19,” ungkap Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, Rabu (15/7/2020).

Masih kata Ning Ita (sapaan akrab, red), ramuan herbal probiotik yang diberikan di Kampung Tangguh tersebut bisa dikonsumsi oleh lanjut usia (lansia) atau orang sehat. Tujuannya agar daya tahan tubuh terus terjaga dan terhindar dari virus, namun juga harus dibarengi dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar selalu memakai masker saat berada di luar rumah. Para lansia, agar tetap berada di dalam rumah untuk sementara waktu lantaran rentan terpapar virus, yang saat ini tengah menjadi pandemi di seluruh daerah. Tak terkecuali di Kota Mojokerto,” ujarnya.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini juga menyosialisasikan Perwali Kota Mojokerto Nomor 55 yang merupakan perubahan dari Perwali Nomor 47 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Pada Kondisi Pandemi Corona Virus Disease 2019. Karena ada sanksi yang diberikan kepada masyarakat yang keluar rumah tanpa menggunakan masker.

“Kami tidak henti-hentinya mengingatkan kepada masyarakat untuk terus mentaati peraturan, terutama dalam menerapkan protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran virus. Dalam Perwali telah tercantum jika masyarakat tidak mau memakai masker saat keluar rumah maka akan diberikan sanksi berupa denda Rp200 atau membersihkan area publik,” jelasnya.

Hal tersebut, tambah Ning Ita, semata-mata demi menjaga keselamatan bersama khususnya warga Kota Mojokerto. Untuk itu, Ning Ita, menghimbau agar masyarakat Kota Mojokerto untuk patuh terhadap aturan pemerintah untuk bersama-sama melawan Covid-19. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar