Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Wali Kota Mojokerto Ajak Masyarakat Hidup dalam Kerukunan dan Toleransi

Sejumlah pemuda menampilan kesenian dalam Peringatan Hari Lahir Nabi Kong Zi ke 2573 di TITD Hok Sian Kiong Kota Mojokerto. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari senantiasa mengajak masyarakat untuk hidup dalam kerukunan dan toleransi di tengah keragaman agama, suku, etnis, dan budaya yang ada. Hal itu demi terciptanya keharmonisan dan kedamaian di tengah perbedaan yang ada.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Peringatan Hari Lahir Nabi Kong Zi ke 2573 di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok Sian Kiong Kota Mojokerto, Sabtu (24/9/2022) malam. “Selain itu, keharmonisan juga jadi kunci dalam kesuksesan pembangunan di Kota Mojokerto,” ungkapnya.

Terlebih dalam mewujudkan Kota Mojokerto sebagai Kota Wisata Sejarah dan Budaya, terciptanya keharmonisan dapat menjadi suatu daya tarik tersendiri. Sehingga akan semakin banyak masyarakat daerah lain yang tertarik untuk berkunjung ke Kota Mojokerto.

“Indahnya harmonisasi di Kota Mojokerto itu luar biasa. Masing-masing umat dari 6 agama yang disahkan oleh pemerintah bisa dijumpai di Kota Mojokerto, dan saling hidup berdampingan. Kota Mojokerto sendiri pernah menerima predikat sebagai Harmony Award,” katanya.

Kota Mojokerto mendapatkan Harmony Award dari Kementerian Agama RI di tahun 2020. Selain itu akulturasi budaya juga semakin nampak. Seperti masyarakat non etnis Tionghoa yang turut mempelajari dan melestarikan sejumlah kesenian dan olahraga etnis asal daratan Tiongkok tersebut.

“Malam ini semua menyatu di ruangan ini tanpa batas dan tanpa sekat. Benar-benar mencerminkan tema yang diangkat yaitu Harmoni Kebhinekaan. Semoga depan semakin banyak event keagamaan dan kebudayaan yang dapat disinergikan dan menjadi daya tarik Kota Mojokerto,” haranya.

Sehingga, lanjut Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, dapat menjadi pengangkut perekonomian bagi masyarakat Kota Mojokerto. Dalam event tersebut, juga hadir tokoh pemuka dari masing-masing agama. Sejumlah kesenian yang ditampilkan dan tidak hanya melibatkan masyarakat etnis Tionghoa. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar