Politik Pemerintahan

Wali Kota Malang Larang Non Muslim Makan Secara Demonstratif ini Maksutnya

Malang(beritajatim.com) – Surat edaran Pemerintah Kota Malang Nomor 4 Tahun 2019 tentang menyambut dan menghormati Ramadan 1440 Hijriah yang dibuat oleh Wali Kota Malang, Sutiaji menuai protes dari berbagai kalangan masyarakat.

Surat edaran itu dianggap provokatif dan mencederai perasaan non muslim.

Dalam poin utama surat edaran itu disebutkan, non muslim dilarang makan, minum dan juga merokok secara demonstratif baik di warung maupun di tempat lain.

Adapun surat edaran, tentang menyambut dan menghormati Ramadan ditujukan bagi kalangan muslim yang sedang menunaikan ibadah puasa, kalangan non muslim, dan kalangan pengusaha yang bergerak dibidang hiburan, kuliner dan lain sebagainya.

Sutiaji sedari awal dia menyadari surat edaran dengan kalimat demonstratif bakal menuai protes.

Namun, dia menegaskan surat edaran dibuat dengan proses yang panjang. Bahkan, kalimat demonstratif dibuat atas masukan dari intelejen.

“Kita tidak boleh saling mencurigai, kita harus menghargai persamaan menghargai perbedaan. Kata demonstratif sesungguhnya kosakata yang masuk dari usulan kepolisian, dengan tujuan mengantisipasi kemungkinan gangguan dari pihak-pihak tidak bertanggungjawab,” papar Sutiaji, Senin, (6/5/2019).

Sutiaji membantah, surat edaran ini dibuat dengan tidak berasaskan perbedaan dan keberagaman. Menurutnya, poin-poin dalam surat edaran sebenarnya untuk mereduksi sejumlah gejolak di masyarakat. Karena, gejolak di sini dianggap sebagai percikan nafsu dari pihak-pihak tertentu.

Selain itu, Sutiaji mengungkapkan, beberapa waktu yang lalu Pemkot Malang juga mengeluarkan surat edaran larangan merayakan natal dan tahun baru secara demonstratif. Setelah diterbitkan, surat edaran itu juga ditentang beberapa tokoh masyarakat.

Namun, Sutiaji memiliki alasan kuat. Sebab, fakta di lapangan ditemukan perayaan natal dan tahun baru ditunggangi oleh kelompok-kelompok yang diduga mendukung gerakan separatis. Info itu juga didapatkan dari masukan intelejen.

“Karena pernah perayaan natal ditunggai sekelompok pemuda yang merayakan dengan minum-minuman keras sampai pagi disebuah gedung. Kami tak mempermasalahkan ibadahnya, namun jika ditunggangi kelompok tertentu harus diantisipasi,” tandasnya. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar