Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Bangkitkan Ekonomi

Wali Kota Kediri Dorong Koperasi Lebih Cepat Daripada Rentenir dan Pinjol

Kediri (beritajatim.com) – Pelaku ekonomi harus selalu patuh terhadap protokol kesehatan agar Kota Kediri tetap terjaga di Level 1 PPKM. Sehingga perekonomian Kota Kediri bisa terus berjalan. Hal itu yang terus diingatkan Wali Kota Kediri dalam acara penyerahan bantuan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Kediri Peduli Covid-19, Sabtu (23/10/2021).

Bertempat di Gedung Serbaguna Kelurahan Setono Pande, bantuan diserahkan kepada 153 orang di Kecamatan Kota yang termasuk anggota koperasi di Kota Kediri maupun pelaku usaha yang belum bergabung di koperasi.

Wali Kota Kediri mengungkapkan, sudah hampir 2 tahun ada dalam masa pandemi Covid-19 yang mengubah segalanya. Termasuk perekonomian Kota Kediri yang sedikit lesu. Untuk itu Wali Kota Kediri mengajak seluruh pelaku ekonomi di Kota Kediri bersama-sama kembali menumbuhkan perekonomian di Kota kediri. Pastinya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Para pelaku ekonomi ini bila tahu pelanggannya tidak melakukan protokol kesehatan harus selalu diingatkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Abdullah Abu Bakar juga mengajak seluruh warga Kota Kediri untuk ikut bergabung di koperasi. Bila ingin meminjam uang ke koperasi saja, jangan sampai pinjam di rentenir ataupun pinjaman online. Simpan pinjamnya dilakukan di koperasi saja, keuntungannya bisa diputar untuk kesejahteraan semuanya.

Abdullah Abu Bakar Wali Kota Kediri juga berharap Dekopinda bisa terus mengedukasi seluruh pelaku UMKM di Kota Kediri. Agar tidak pinjam uang ke rentenir atau pinjaman online. Karena pinjam uang melalui rentenir itu sangat mudah sekali. Ini merupakan sebuah tantangan bagaimana agar koperasi bisa lebih cepat dari rentenir atau pinjaman online dalam memberikan pinjaman.

Sementara itu, Ketua Dekopinda Kota Kediri Firdaus menuturkan, Dekopinda merupakan wadah dari seluruh gerakan koperasi berbadan hukum di Kota Kediri. Karena melihat banyak para penjual yang terdampak jualannya akibat pandemi Covid-19 ini, maka Dekopinda memberikan bantuan dana ini kepada mereka.

“Harapannya pelaku UMKM yang belum ikut koperasi supaya bisa bergabung di koperasi. Agar mereka tidak menggunakan jasa rentenir lagi dan supaya kehidupannya bisa jauh lebih sejahtera,” imbuhnya.

Ulfa anggota koperasi RW di Kelurahan Setono Pande yang merupakan salah satu penerima bantuan mengungkapkan selama pandemi Covid-19 terjadi penurunan pada penghasilannya. Ulfa yang memiliki usaha warung kopi ini mengaku yang mulanya sehari bisa mendapat kurang lebih 200 ribu, kini turun hingga 50% pendapatannya.

Penurunan omset jualannya ini karena adanya pembatasan jam malam sehingga sepi pengunjung. Karena menurut Ulfa, warung kopinya ramai ketika siang hari saat jam istirahat dan juga saat malam hari. “Diberikannya bantuan ini sangat membantu dan bermanfaat sekali bagi saya,” imbuhnya.

Turut hadir dalam acara ini, Camat Kota Arief Cholisudin, Lurah Setono Pande Widyapurna Nur Huda, anggota Dekopinda Kota Kediri dan warga penerima bantuan. [nm/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar