Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Paparkan Quick Win Smart City

Wali Kota Kediri Dapat Apresiasi dari Assessor Evaluasi Smart City

Kediri (beritajatim.com) –Wali Kota Kediri memaparkan implementasi smart city dan quick win Kota Kediri. Hal itu disampaikan dalam acara Evaluasi Smart City, Rabu (5/10/2022) di Ruang Joyoboyo. Pelaksanaan evaluasi ini dilakukan melalui zoom bersama empat assessor. Tim assessor terdiri dari Andianto Haryoko dari Bappenas, Acuviarta Kartabi dari Universitas Pasundan, Wiwin Sulistyo dari UKSW, dan Sigit Supriyanto dari KemenPANRB.

“Kami mencoba membangun Kota Kediri ini bersama-sama. Kami ingin capaian-capaian Kota Kediri tertuang dengan baik dan semua data yang dikerjakan oleh Pemerintah Kota Kediri dapat dilihat oleh pusat dan masyarakat. Sehingga apa yang dilakukan Pemerintah Kota Kediri semakin tepat sasaran. Itulah semangat kami membangun smart city di Kota Kediri,” ujar Abdullah Abu Bakar.

Wali Kota Kediri menerangkan sampai saat ini Pemerintah Kota Kediri telah memiliki masterplan smart city, draf perwali smart city, dewan smart city, tim pelaksana smart city, dan forum smart city. Ada beberapa outcome yang telah dihasilkan.


Seperti, WTP selama delapan tahun berturut-turut, nilai LKPPD 3,4198 atau sangat tinggi pada tahun 2020, Indeks SPBE sebesar 3,06 (baik) di tahun 2021, SAKIP tahun 2021 predikat BB dengan nilai 73,12, Indeks RB pada tahun 2021 kategori B dengan nilai 60,37, dan Indeks Smart City tahun 2021 3,06.

“Pemerintah Kota Kediri telah memiliki sistem informasi terintegrasi. Seperti Sistem Informasi Eksekutif, aplikasi perpajakan e-SPTPD, layanan perizinan KSWI, sistem informasi kependudukan SAKTI, dan aplikasi surat-menyurat e-Suket. Kota Kediri telah berhasil meraih Innovative Government Award 2020 sebagai kota sangat inovatif oleh Kemendagri,” terangnya.

Selanjutnya Wali Kota Kediri menjelaskan mengenai quick win Kota Kediri. Yakni e-SPTPD untuk pilar smart governance, Kredit Usaha Melayani Warga (KURNIA) untuk pilar smart economy, Prodamas Plus untuk pilar smart branding. Kemudian, English Massive pada pilar smart society, Home Care Peduli untuk pilar smart living, dan Bank Sampah untuk pilar smart environment.

Abdullah Abu Bakar mengungkapkan e-SPTPD ini semakin mempermudah pembayaran pajak di Kota Kediri, bahkan pertambahan penggunanya meningkat 107 persen pada tahun 2022. Pada Prodamas Plus Pemerintah Kota Kediri berinovasi yakni bekerjasama dengan Universitas Negeri Malang mengadakan pendampingan untuk Prodamas Plus. Sebanyak 68 tenaga pendamping terdiri dari 3 orang koordinator di masing-masing kecamatan, 45 orang tenaga pendamping infrastruktur dan 20 orang tenaga pendamping non infrastruktur. Selanjutnya KURNIA, yang mengalami peningkatan sebanyak 17 persen pada jumlah peserta. Pada tahun 2021 sebanyak 116 dan tahun 2022 sebanyak 136. Pada jumlah pencairan mengalami peningkatan 11 persen.

Kemudian pada Home Care Peduli terdapat penambahan SDM, sarana dan prasarana untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Pada English Massive mengalami peningkatan partisipan sebanyak 24 persen dari tahun 2021 sejumlah 1800 dan tahun 2022 sejumlah 2230. Peningkatan jumlah kelas juga terjadi sebanyak 21 persen dari 202 di tahun 2021 dan 244 di tahun 2022, peningkatan _spot_ sebanyak 5 persen dari 177 di tahun 2021 dan 185 di tahun 2022, serta peningkatan tutor sebanyak 3 persen dari 38 di tahun 2021 dan 39 di tahun 2022. Terakhir Bank Sampah yang juga mengalami perkembangan. Jumlah bank sampah meningkat 4 persen dari 114 di tahun 2021 dan 119 di tahun 2022. Selanjutnya peningkatan jumlah bank sampah aktif sebesar 12 persen dari 52 di tahun 2021 dan 58 di tahun 2022, serta peningkatan anggota sebanyak 9 persen dari 1982 di tahun 2021 menjadi 2164 di tahun 2022. Ada juga pelatihan ternak maggot di Bank Sampah Sri Wilis.

Paparan dari Wali Kota Kediri tersebut mendapat apresiasi dari assessor Andianto Haryoko. Menurut Andi penyampaian paparan, data penunjang, dan informasi dari Pemerintah Kota Kediri begitu lengkap. “Ini perlu kita apresiasi. Komitmen Bapak Wali Kota dan stake holder lain kami lihat begitu besar. Tidak banyak daerah lain yang menyampaikan data selengkap ini,” ujarnya.

Turut hadir, Wakil Ketua DPRD Kota Kediri Firdaus, Kepala BPS Kota Kediri Lilik Wibawati, perwakilan KADIN Setyo Hadi, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Kediri dan tamu undangan lainnya. [nm/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar