Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Wali Kota Eri Ungkap Dua Faktor Penyebab Surabaya Kembali ke PPKM Level 3

Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan bahwa ada dua indikator yang mempengaruhi Surabaya kembali ke PPKM level 3, yakni pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan pasien yang dirawat di rumah sakit.

“Kalau lihat BOR (Bed Occupancy Rate) di Surabaya itu masih jauh. Karena rumah sakit tidak bisa menolak pasien, padahal Pak Presiden Joko Widodo menyampaikan kalau gejala ringan tidak perlu ke rumah sakit,” kata Eri, Selasa (15/2/2022).

Eri menjelaskan dari jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit, yakni sekitar 600 pasien dengan 62,5 persen diantaranya adalah memiliki gejala ringan. Oleh karena itu, ia mengaku telah berkoordinasi dengan rumah sakit untuk tetap mengajak melakukan perawatan di isolasi terpusat (isoter).

“Bisa juga dipandu dengan diarahkan isolasi di hotel, yang bekerja sama dengan rumah sakit tersebut, dengan biaya mandiri. Nantinya obatnya juga akan tetap dari rumah sakit,” kata dia.

Meski demikian, salah satu isoter yang berlokasi di Rumah Sakit darurat Lapangan Tembak (RSLT) hingga saat ini belum terisi oleh warga yang terpapar Covid-19. Sebab, warga yang terpapar masih diarahkan untuk melakukan isolasi di Hotel Asrama Haji (HAH).

“Untuk warga yang melakukan isolasi mandiri juga harus dipantau oleh Satgas Kampung Wani Jogo Suroboyo. Sebab, untuk mencegah Omicron adalah melakukan percepatan vaksinasi dan disiplin dalam menerapkan prokes,” pungkasnya. [asg/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar