Politik Pemerintahan

Wakili Milineal, Ra Latif Layak Pimpin PPP Jatim

Sidoarjo (beritajatim.com) – Potensi suara generasi Z dan milineal menjadi sasaran empuk sejumlah partai politik termasuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada gelaran Pemilu 2024.

Demikian dikatakan Muhammad Baidhowi SAg anggota Dewan Pakar PPP Jatim Sabtu (5 /6/2021). Suara generasi Z dan generasi milenial pada Pemilu 2024 jumlahnya diperkirakan 60 persen dari total suara pemilih.

“PPP seharusnya secara sadar dan menyiapkan strategi khusus untuk mencapai target tersebut, termasuk dalam memilih pemimpinnya agar diterima mereka,” kata M Baidhowi.

Dijelaskan pria yang akrap disapa Gus Dhowi itu, pemilih di Pemilu 2024 sekitar 60 persen adalah generasi muda yang terdiri dari gen Z sebanyak 24 persen, dan sisanya generasi milenial. Gen Z itu baru pertama kali ikut dalam pemilu dan generasi milenial yang kedua kali ikut pemilu.

“R Abdul Latif Amin Imron atau Ra Latif sangat layak memimpin PPP JawaTimur mewakili generasi muda tersebut,” sebut dia.

Dijelaskan pria yang juga guru di Lembaga Pendidikan Ma’arif Sidoarjo itu, usai Ra Latif belum genap 40 tahun. Nah, ketika dia mempimpin PPP Jatim, maka kesan PPP sebagai partai orang tua lambat laun akan hilang di Pemilu 2024.

Soal jam terbang, Ra Latif tidak bisa diragukan lagi, karena dia sudah menjadi Ketua DPC PPP Kabupaten Bangkalan hampir 2 Periode. Kemudian pernah menjabat Wakil Pimpinan DPRD , dan sekarang menjabat Bupati Bangkalan.

“Di Jawa Timur merupakan basisnya Nahdlatul Ulama (NU), maka dia bisa dijadikan pemersatu dalam membesarkan PPP Jatim untuk kembali ke NU sebagai salah satu fusi pendiri PPP. Selain pengurus PWNU Jatim, Ra Latif juga cicit Syaichona M Kholil Bangkalan gurunya ulama di Indonesia, khususnya di Jawa Timur,” ungkapnya.

Dia mengatakan, untuk mencapai target menggaet sebanyak-banyaknya suara gen Z dan milenial, di internal PPP sudah seharusnya berisikan anak muda berusia 25 tahun, tapi pemimpin yang disiapkan tidak jauh dari itu.

Di NU saja generasi mudanya tergabung di PMII, IPPNU, IPNU , Fatayat, GP Ansor yang sebagian besar mengikuti jejak para kiainya dan melihat siapa pemimpin partai. Kader PPP Jatim sudah kangen dengan PPP yang dekat dengan kiai, pesantren, santri dan NU. “Saya yakin Insya Allah Ra Latif bisa mengembalikan itu semuanya,” imbuhnya.

Masih menurut Gus Dhowi, hampir semua pondok besar di Jawa Timur berguru ke buyutnya Ra Latif, artinya nasab keilmuan para kiai di Jawa Timur sambung ke Bangkalan.

“Jika hal ini dibangun PPP dengan baik, semua bisa menyatukan warga Jawa Timur, para kiai, pesantren, serta para santri. Paling tidak meraka bisa menerima dengan baik Ra Latif jika memimpin PPP Jatim,” pungkasnya. [isa/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar