Politik Pemerintahan

Wakil Wali Kota Surabaya Minta Warga Tetap di Rumah Saja

Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana

Surabaya (beritajatim.com) – Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hari pertama diberlakukan. Peran masyarakat Surabaya dalam memutus rantai covid-19, diminta untuk lebih disiplin.

Menurut Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana. Warga diminta agar mematuhi aturan untuk tetap di rumah. “Kalau tidak penting jangan keluar rumah. Kalaupun keluar harus memakai masker,” katanya, Selasa (28/4/2020).

PSBB yang telah diterapkan mulai hari ini, dikatakan Whisnu sama seperti yang sudah dilakukan sebelumnya. Namun, masyarakat diminta jangan memahami sebagai bentuk lockdown.

Sementara untuk penerapan di wilayah perkampungan, koordinasi aparatur pemerintah dengan TNI-Polri sudah berjalan. Khususnya ditingkatan bawah. Yakni Kelurahan, RW dan RT.

Khususnya dalam antisipasi adanya kerawanan tindak kriminalitas. ”Semua bergerak sinergis. Termasuk menjaga ketertiban. Bagaimana warga bisa dirumah saja, namun tetap merasa aman,” terang Wakil Walikota yang akrab disapa WS ini.

Untuk penanganan di tingkatan bawah, pihak Kelurahan diminta berkoordinasi dengan Babinsa dan Babinkamtibmas. Termasuk dalam penjagaan keamanan wilayah yang rawan.

“Jadi begini, keterlibatan semua unsur aparatur pemerintah, TNI-Polri sekaligus LKMK harus bisa maksimal dan efektif dalam pembatasan mobilitas penduduk. Warga dirumah aman, kondisi terjaga. Namun jangan sampai menjadi polemik,” terang politisi PDI Perjuangan Jatim.

Pemkot Surabaya dikatakan WS, juga terus berupaya membantu perekonomian warga yang terdampak akibat pandemi ini. ”Kebutuhan sembako akan dibantu. Intinya bagaimana PSBB ini bisa efektif dengan kedisiplinan kita semua,” ujar pasangan Tri Rismaharini dalam Pilkada Surabaya 2015 lalu ini. [ifw/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar