Politik Pemerintahan

Wakil Ketua Nasdem Jatim: Penundaan Pilkada adalah Kebijakan Frustrasi

Jember (beritajatim.com) – Tahapan pemilihan kepala daerah sudah pernah ditundan lima bulan lalu. Penundaan itu menimbulkan ketidakpastian politik dan hukum di daerah.

Demikian dikemukakan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasional Demokrat Jawa Timur Moch. Eksan, Senin (21/9/2020). “Penundaan pemilu bukan persoalan sederhana. Bukan pilihan hitam putih, dan bukan pula pilihan hidup dan mati. Pertanyaan mendasarnya, apakah dengan penundaan pilkada otomatis menurunkan kasus baru?” katanya.

Eksan mengatakan, tak ada yang bisa menjamin penundaan pilkada secara otomatis akan menurunkan jumlah kasus baru dan memutus mata rantai penyebaran virus. Justru, menurutnya, citra Indonesia buruk di mata dunia. “Indonesia dianggap sebuah negara pandemis dan tak aman bagi siapa pun untuk dikunjungi, menjadi tempat tinggal, bekerja dan membangun masa depan,” katanya.

“Kebijakan penundaan pemilu merupakan kebijakan frustasi, dari pemerintah, partai, para tokoh, dan masyarakat tak bisa mengedukasi dirinya sendiri untuk hidup baru dengan protokol kesehatan. Jujur, ini kesempatan pemerintah membuat mapping pandemi untuk melakukan rapid test massal dan mencoba vaksin dalam memerangi virus global ini,” kata Eksan.

Eksan menegaskan, kebijakan normal baru sesungguhnya jalan tengah. “Sayangnya, disiplin nasional yang rendah menjalani hidup dengan protokol kesehatan yang ketat, menyebabkan penyebaran virus semakin mengganas,” katanya.

Mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum Jember ini menilai, usulan penundaan pilkada serentak tak lepas dari kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan kembali di DKI Jakarta. Kebijakan itu adalah rem darurat untuk mengurangi berjatuhannya para korban yang terpapar virus Corona.

“Meski, Jakarta sebagai episentrum penyebaran Virus Corona terbesar di Indonesia sedang tidak pilkada, daerah-daerah lain di nusantara harus menerima konsekuensi politis demokratis dari usulan penundaan pilkada,” kata Eksan. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar