Politik Pemerintahan

Wakil Ketua Komisi I: BUMD di Sampang Belum ‘Sehat’

Sampang (beritajatim.com) – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang menilai seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) belum ‘sehat’ serta belum mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh sebab itu, legislatif mendorong agar pemerintah segera melakukan perombakan dan penyebaran.

Wakil Ketua Komisi I, Ubaidillah mengatakan jika berbicara BUMD orentasinya adalah profit. Sehingga di dalam BUMD harus didominasi oleh orang-orang yang tau tentang alur bisnis. “Bisnis adalah target, semisal setahun harus mengantonggi laba sekian, nah kalau di dalam BUMD sendiri bukan orang pebisnis atau enterprenuer yang handal, jangan harap BUMD ini sehat,” kata Ubaidillah.

Politisi partai Golkar ini juga menjelaskan, seluruh BUMD di Sampang, harus secepatnya dilakukan perombakan mulai dari komisaris dan jajaran direksinya. “Managemen aset dan restruturisasi di BUMD ini sangat penting dan harus segera dilakukan, karena yang saya dengar melalui rekan-rekan BUMD ini memang harus menjadi salah satu penyumbang PAD,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Ubed itu berjanji dalam waktu dekat, akan melakukan pemanggilan pihak-pihak terkait, meliputi komisaris, direktur dan lainnya, untuk mengetahui secara riil kondisi BUMD saat ini, khususnya kelembagaannya.

“Tentunya, kami berharap orang-orang yang ditempatkan di BUMD ini, harus profesional dan punya komitmen siap memajukan BUMD ini, sehingga bisa sehat dan pendapatan siknifikan,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Kabag Perekonomian Sekretariat Pemkab Sampang, Juwaini mengakui, jika kondisi BUMD banyak yang tidak sehat, karena tidak profit, seperti Apotik Trunojoyo. Maka langkah kedepan pihaknya akan melakukan pembenahan, bahkan saat ini sudah dilakukan proses dan membaca perkembangan sejumlah perusahaan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang bisa menyelematkan perusahaan itu. Jumlah BUMD di Sampang sebanyak tujuh perusahaan, yakni PT. GSM yang menaungi (PT. SMP dan PT. SSS), PT BPR Bas, PDAM Trunojoyo dan Apotik Trunojoyo. Namun mayoritas perusahaan daerah itu tidak sehat.

“Memang butuh penyegaran, dan saat ini sudah proses, seperti Apotik Tronojoyo ini masih di Plt kan, sedangkan yang lain seperti PT. BPR Bas masih nunggu berakhirnya masa jabatan direkturnya,” tandasnya.[sar/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar