Hukum & Kriminal, Politik Pemerintahan

Wakil Bupati Mojokerto Mengaku Belum Terima Laporan Resmi OTT di Padusan Pacet

Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi dalam acara rembuk desa di Kecamatan Mojosari beberapa waktu lalu. [doc]

Mojokerto (beritajatim.com) – Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengaku belum menerima laporan resmi terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Satgas Saber Pungli Kabupaten Mojokerto terhadap tiga pegawai tiket di Wana Wisata Air Panas Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto pada, Sabtu (21/9/2019) lalu.

“Laporan resmi ke saya belum. Tapi saya tadi mendengar ada ini (OTT 3 pegawai tiket Wana Wisata Air Panas Padusan, red), paling ndak kita ikutlah prosesnya seperti apa. Jadi laporan resminya belum saya terima. Ya jelas, sanksi di pemerintahan itu pasti itu,” ungkapnya, Selasa (24/9/2019).

Wakil Bupati yang ditemui usai rapat koordinasi dan silaturahmi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mojokerto di Polres Mojokerto ini menegaskan, terkait sanksi terhadap oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terlibat dalam OTT tersebut.

“Tapi harus ada putusannya seperti apa. Mulai dari tingkat peringatan sampai dengan pemecatan itu pasti adalah. Pemerintah harus komitmen juga dengan itu juga, itu juga sudah ada keputusan 3 menteri sebagai acuhan terhadap teman-teman yang mungkin bermasalah dalam hukum,” tegasnya.

Sebagai upaya pencegahan adanya oknum PNS Pemkab Mojokerto yang terlibat OTT lagi, Wakil Bupati menambahkan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mencegah terjadinya pungutan liar di Wana Wisata Air Panas Padusan. “Pastinya ada upaya yang telah kami siapkan. Salah satunya dengan membuat E Ticketing di pintu masuk Wisata Air Panas Padusan. Pemkab sudah ada,” tegasnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar