Politik Pemerintahan

Wakil Bupati Mojokerto Ingatkan Bahaya Hoaks

Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi dalam rapat koordinasi dan silaturahmi FKUB. Foto: istimewa

Mojokerto (beritajatim.com) – Kerusuhan dan pengaruh sosial media (medsos). Dua hal tersebut dikupas bersama pada rapat koordinasi dan silaturahmi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mojokerto di Polres Mojokerto, Selasa (24/9/2019).

“Beberapa hari terakhir kita terfokus pada kerusuhan di Wamena Papua. Kita tidak ingin hal tersebut menjalar. Maka kita di Kabupaten Mojokerto, juga harus menjaga kondusifitas dengan cara terus berkoordinasi dan menjaga kerukunan masyarakat serta agama,” ungkap, Waka Polres Mojokerto, Kompol Toni Sarjaka.

Sejalan dengan Waka Polres, Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi sekaligus Pembina FKUB Kabupaten Mojokerto menekankan kerukunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang harus selalu digaungkan. Tidak peduli apa backround budaya, ras, agama maupun kepercayaan.

Orang nomor dua di Kabupaten Mojokerto ini, mewanti-wanti agar semua bisa menahan diri (potensi perpecahan) serta memfilter berita di medsos yang mampu meniupkan banyak opini berhamburan tidak teratur.

“Sebenarnya semua bisa diselesaikan dengan komunikasi intens. Sekarang harus serba hati-hati, terlebih tiap hari kita mengonsumsi banyak produk medsos yang ‘dibumbui’ sana sini. Bahkan, hoaks (berita bohong) itu ada ‘pabriknya’. Jadi semua harus pandai memfilter dan mencerna,” katanya.

Untuk kondusiftas lingkungan terutama jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019 tanggal 23 Oktober mendatang, Wakil Bupati juga menjelaskan kondisi terkini seputar kesiapan Pilkades di Kabupaten Mojokerto.

“Oktober depan kita sudah memasuki pesta demokrasi. Semua relatif aman dan kondusif, namun dapat saya jelaskan jika ada dua desa yang mundur. Yakni Desa Lakardowo Kecamatan Jetis (alasan BPD mundur), dan Desa Talok Kecamatan Dlanggu (alasan panitia mundur semua),” tambahnya. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar